Headline

Bisa Belajar Pelihara Reptil di Stan Flora dan Fauna F8

BKM/ARIF ALQADRY REPTIL-Hewan reptil iguana milik komunitas FAM yang dipamerkan di stan flora dan fauna F8.

MENJADIKAN hewan reptil seperti buaya, ular ataupun iguana menjadi hewan peliharaan tergolong agak sulit. Apalagi ketika belum mengetahui tentang cara perawatan dan pemeliharaan yang baik dan benar.

Laporan: Arif Alqadry

DI EVENT Makassar International Eight Festival and Forum (F8) 2017 yang kini tengah berlangsung di Anjungan Pantai Losari Makassar, pengunjung bisa memperoleh tips memilih hewan, baik untuk dipelihara maupun cara merawatnya. Tempatnya di festival flora dan fauna.
Deretan stan dari komunitas pecinta hewan cukup mudah ditemui ketika masuk ke tempat ini. Mulai dari komunitas pecinta burung hingga reptil, semua ada. Mereka dengan tangan terbuka bersedia memberikan pelayanan informasi kepada pengunjung.
Seperti di stan Komunitas Family Animals Makassar (FAM). Selain dapat berfoto dengan hewan reptil seperti buaya, iguana dan ular, pengunjung bisa dapat informasi bermanfaat tentang cara pemeliharaannya. Sedikitnya, ada delapan ekor satwa dipajang dalam etalase kaca dan ranting pohon.
Ditemui di stan FAM, Wancil, salah seorang anggota FAM meminta kepada masyarakat agar tidak menyentuh langsung hewan reptil, khususnya buaya dan ular ketika bertemu. Terlebih untuk membunuhnya meski merasa terancam.
Ketika bertemu dengan hewan reptil, masyarakat diminta untuk mengusir hewan menggunakan kayu ketika di luar rumah. Sementara bila menemukan hewan reptil dalam rumah, khususnya buaya dan ular, lebih baik mengusirnya menggunakan pewangi ruangan dan kayu.
“Jangan pernah menangkap langsung, karena mereka belum jinak dan pasti berbahaya. Jangan pula dibunuh, karena reptil juga makhluk hidup. Mereka butuh hidup. Ketika bertemu, misalnya dalam rumah dan yang sering itu adalah buaya dan ular. Hewan itu bisa diusir menggunakan pewangi ruangan dan dorongan dengan kayu. Kalau di luar ruangan lebih baik dihindari atau diusir dengan kayu,” pesannya.
Sejak terbentuknya FAM pada April 2016 lalu, sosialisasi penanganan, pemeliharaan dan pemilihan hewan peliharaan untuk dijadikan hobi gencar diberikan kepada masyarakat di Makassar. Bertempat di Pantai Losari, Anjungan Toraja Mandar, seminggu sekali FAM berkumpul. Baik sesama anggota maupun komunitas lain. Mereka memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara gratis. Dengan begitu, masyarakat dapat memiliki wawasan tentang penanganan hewan reptil dan mamalia.
Saat ini, anggota FAM sudah tercatat 18 orang. Tidak semua anggota FAM mempunyai hewan peliharaan. Cukup memiliki kecintaan dan pengetahuan tentang hewan reptil, sudah dapat bergabung dengan FAM.
“Sebaiknya kalau mau memelihara hewan reptil harus mengadopsi sejak kecil. Dan rutin memberikan makan, kebersihan kandang dan mengajak keluar main. Jangan pernah memelihara hewan yang diambil langsung dari hutan tanpa ada pendampingan dari orang ahli,” imbuhnya. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top