Headline

Aziz: Muslim Rohingya di Sulsel tak Layak Diusir

MAKASSAR, BKM– Usai melaksanakan salat jumat di Masjid Al-Markaz, ratusan umat muslim di Makassar turun ke jalan, kemarin. Bersama pengungsi asal Rohingya, mereka melakukan long march ke gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo.
Aksi solidaritas yang dilakukan umat muslim dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi muslim Rohingya di Myanmar. Sekaligus sebagai bentuk pembelaan terhadap nasib sahabatnya saat ini.
Ketua MRI Aksi Cepat Tanggap Sulsel Zulfiadi, menyampaikan bahwa aksi solidaritas yang dilakukan untuk menggugah kepedulian masyarakat, khususnya di Kota Makassar agar dapat membantu muslim Rohingya di Myanmar yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan. Kepedulian masyarakat sangat diharapkan dan penting bagi nasib muslim Rohingya saat ini.
“Kita berharap masyarakat terpanggil untuk ikut membantu saudara-saudara Rohingya di Myanmar. Dalam waktu dekat kita mengirimkan bantuan 1.000 ton beras melalui kapal kemanusiaan aksi cepat tanggap,” kata Zulfiadi.
Menurut Zul, –sapaan akrabnya– aksi solidaritas terus berlanjut sampai kondisi muslim Rohingya di Myanmar benar-benar baik dan lepas dari tindakan kejahatan kemanusiaan. Muslim di Makassar dari berbagai ormas terus bersatu dalam membantu muslim Rohingya.
Melalui Jalan Masjid Raya dan Jalan Urip Sumoharjo, di kantor DPRD Sulsel, peserta aksi kembali melakukan orasi dan menyampaikan aspirasinya. Teriakan takbir menyambut Azis Kahar Mudzakkar untuk berorasi.
Di bawah terik matahari, Azis menegaskan bahwa muslim Rohingya di Sulawesi Selatan tidak layak untuk diusir. Justru masyarakat harus bersatu dan berjuang bersama melawan kejahatan kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar.
“Rohingya di Sulsel tidak layak untuk diusir. Kami siap menolong anda,” ujarnya.
Saat anggota DPD RI itu berorasi, pengungsi Rohingya yang ikut dalam aksi terlihat meneteskan air mata. Selain meminta kepedulian umat muslim atas insiden tersebut, Aziz Qahhar juga menyinggung soal nasib puluhan pengungsi Rohingya di Sulsel yang wajib dilindungi.
“D isini ada saudara-saudara kita yang pengungsi Rohingya yang ikut aksi. Mereka layak dilindungi dan tidak layak diusir dari Sulsel,” tegas Aziz.
Ia menambahkan, penderitaan umat Islam Rohingya di Myanmar merupakan penderitaan umat Islam yang ada di semua belahan dunia. “Kita berkumpul di sini atas peristiwa kekejaman yang dahsyat melimpa mereka. Bagi kita, ini kehahatan kemanusiaan,” ujarnya. (arf-rif/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top