Bisnis

Warung Makassar akan Dibuka di Singapura

BKM/AMIRUDDIN NUR KOTA KREATIF -- Ketua Umum ICCN, Paulus Mintarga (kanan) bersama Kepala Bekraf Indonesia, Triawan Munaf, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, dan Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari S Sungkar sedang menjelaskan tentang kota kreatif.

MAKASSAR, BKM — Banyaknya makanan maupun masakan khas Makassar yang telah menasional bahkan mendunia, mendapat perhatian dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Salah satu bentuk perhatian yang diberikan adalah dengan akan membuka warung di Singapura.
”Warung ini nantinya akan menjual makanan maupun masakan khas Makassar yang telah begitu dikenal masyarakat tidak saja di tanah air tapi juga masyarakat luar. Misalnya coto, sop saudara, dan pallubasa. Coto saja ada sepuluh rasa. Belum lagi pallubasa dan sop saudara. Tentu ini membuat Makassar kaya akan kuliner,” kata Ramdhan Pomanto saat jumpa pers ICCC 3-2017 di Hotel Gammara Makassar, Kamis pagi (7/9).
Rencana wali kota ini mendapat dukungan dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf, Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari S Sungkar, dan Ketua Umum ICCN, Paulus Mintarga.
Menurut Triawan, langkah yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebagai salah satu upaya mendorong kreativitas ekonomi masyarakat. Apalagi, makanan coto telah masuk dalam agenda Bekraf Indonesia.
”Kami tentu sangat berharap seluruh pemerintah daerah di kabupaten dan kota tidak sekadar bisa berteori. Tapi harus melakukan suatu langkah nyata. Apa yang akan dilakukan Pemkot Makassar merupakan suatu langkah dalam mendorong pengembangan kreativitas ekonomi masyarakat. Ini tentu akan berimplikasi pada peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Triawan.
Begitu pula dengan Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari S Sungkar, mengemukakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk digunakan dalam pengembangan kuliner khususnya yang dikelola UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
”Kami ada anggaran di deputi infrastruktur untuk pengembangan kuliner. Tinggal bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan anggaran. Mudah-mudahan ditahun 2018 mendatang, Kementerian Keuangan tetap memberi kami porsi anggaran untuk pengembangan kuliner tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum ICCN, Paulus Mintarga, mengemukakan, ICCN atau sering disebut jejaring kabupaten-kota kreatif Indonesia sejak dideklrasikan pertama kali di Solo pada 2015, telah tumbuh sebagai dasar pengembangan kota kreatif di Indonesia. Yakni dengan menggalang kerjasama antar stakeholder dari pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas kreatif, dan dengan lembaga-lembaga terkait, seperti Bekraf, Kemenko perekonomian, dan kementerian pariwisata untuk menstimulan lahir dan tumbuhnya kota kreatif lainnya di Indonesia.
”ICCC ketiga tahun ini diselenggarakan ICCN dan Pemerintah Kota Makassar bekerjasama festival waterfront terbesar di dunia, yaitu Makassar International Eight festival and Forum (F8 Makassar 2017). Pada ICC ketiga di Makassar ini, penguatan kelembagaan atau antar kelembagaan diharapkan lebih lengkap dan menyeluruh, ikut aktif menginisiasi lahirnya forum akademisi komunitas kota kreatif Indonesia,” harap Paulus. (mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top