Headline

Momen Menjalin Kerja Sama di F8

MAKASSAR, BKM– Perhelatan Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 tahun 2017, menjadi momen bagi pemerintah kota menjajaki kerja sama dengan berbagai kota, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto mengaku telah melakukan pertemuan dengan kedutaan Selandia Baru dan Taiwan. Rencananya, juga akan dijajaki kerja sama dengan Afganistan.
Wali kota yang biasa disapa Danny ini melihat, Selandia Baru dapat membantu Makassar dalam membangun energi-energi baru melalui pemasangan panel-panel di smart city. Sementara Taiwan memiliki komitmen membangun kerja sama bidang maritim. Olehnya itu, perwakilan Taiwan bakal berkunjung ke Pulau Samalona, dan sudah terjadwal.
“Kita berkomitmen membangun energi terbarukan untuk Kota Makassar. Sementara Taiwan mau meninjau Pulau Samalona besok (hari ini) untuk mengikat perjanjian di bidang kemaritiman,” jelas Danny.
Kepala Sub Bagian Kerjasama Antar Daerah/Lembaga Bagian Perekonomian dan Kerja Sama Sekretariat Kota Makassar Najiran Syamsuddin, menyampaikan pemkot juga melakukan penjajakan kerjasama dengan Afganistan. Pertemuan dengan Afganistan terkait kerjasama bidang perdagangan.
Pertemuan dengan negara-negara luar ataupun kota dalam negeri untuk membangun kerja sama sister city yang dilakukan oleh masing-masing kepala daerah, serta disaksikan langsung perwakilan kota negara serta agency pemerintah.
“Semua kerja sama ini dirangkum lintas perkotaan. Kerja sama dengan kota luar negeri menjajaki sister city. Kalau Prancis itu kelanjutan kerja sama later of intens 2016 lalu,” terangnya.
Dalam even F8 yang resmi dibuka, kemarin sejumlah negara menampilkan budaya, wisata, kuliner khas masing-masing di booth yang telah disediakan. Negara tersebut adalah India, Jepang, Australia dan Switzerland.
Selain penjajakan kerja sama, even F8 juga menyajikan berbagai hiburan seperti festival film, fashion, food dan fruit, folks, fine art, flora dan fauna, fusion music serta fiction writer dan font. Para pengunjung dapat leluasa masuk ke dalam booth lokal ataupun luar negeri berfoto menggunakan pakaian tradisional masing-masing negara.
Di booth Jepang misalnya, pengunjung dapat berfoto menggunakan pakaian tradisional saat musim panas. Nama pakaian itu adalah Yukata. Selain itu, ada juga pakaian Happi yang turut dipamerkan di dalam booth Jepang.
“Yukata adalah baju tradisional dari Jepang yang digunakan saat musim panas atau festival musim panas. Yang membedakan Yukata perempuan dan laki-laki hanya di ikat pinggangnya saja. Yukata laki-laki ikat pinggangnya tidak begitu lebar. Sementara Yukata perempuan memiliki ikat pinggang lebar dan berbentuk pita kupu-kupu,” terang Lia, staf Konsulat Jepang, Rabu siang (6/9).
Sementara Happi, tambah Lia, merupakan pakaian bagi para pekerja kantoran. Baju itu digunakan di saat turun melakukan promosi ke perusahaan-perusahaan. Motif gambarnya juga lebih simpel dan tidak banyak, dibanding dengan Yukata.
“Kalau Happi, di belakangnya tertulis nama perusahaan. Pengunjung bisa berfoto dalam booth menggunakan pakaian-pakaian tradisional yang kami sediakan. Ini semua gratis,” jelasnya.
Sesuai jadwal yang ada, di booth Jepang akan ada konsultasi beasiswa Pemerintah Jepang. Pengunjung dapat mengetahui cara mendapatkan beasiswa ke Jepang yang diterangkan secara langsung staf Konsulat Jepang.
“Kita akan terangkan bagaimana untuk mendapat beasiswa ke Jepang. Ada juga di Jumat, 8 September pukul 19.45 wita, pemutaran film animasi yang menceritakan kisah cinta jarak jauh remaja. Film itu dibuat Makoto Shinkai,” ujarnya.
Di booth India, pakaian rajastan dan topi maha raja dipamerkan. Pengunjung juga bebas mencoba pakaian untuk berfoto-foto.
Usai mencoba pakaian tradisional India, pengunjung akan diberikan informasi wisata terkenal di India. Termasuk brosurnya. Hal itu guna lebih memperkenalkan budaya dan wisata di India kepada masyarakat di Indonesia, khususnya di Kota Makassar.
Dalam booth India, figura Perdana Menteri India Jawaharal Nehru bersama mantan Presiden RI Soekarno ikut ditampilkan. Berwarna hitam putih, foto tersebut diabadikan Juni 1950.
“Pengunjung juga dapat mengetahui wisata-wisata yang terkenal di India. Seperti India Gate, Himalaya ataupun Taj Mahal,” jelas Irma Indriani, staf India Corner. (arf/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top