Headline

Cemburu, Suami Aniaya Istri Hingga tak Bisa Jalan

MAKASSAR,BKM — Pagi di Lorong I Jalan Laccukang, Kecamatan Bontoala, Rabu (6/9). Jarum jam menunjul pukul 09.00 Wita.
Tiba-tiba terdengar suara gaduh. Disusul teriakan histeris seorang wanita yang meminta tolong. Namun, tak satupun warga sekitar yang datang menolongnya.
Ternyata, wanita itu tengah adu mulut dengan suaminya sendiri. Sang istri bernama Nulika Wahyunuryani (40). Sementara suaminya Muh Fahri (49).
Awalnya, cekcok hanya sebatas mulut. Namun, Fahri kemudian gelap mata. Dia mengambil balok kayu ukuran kira-kira setengah meter. Benda tumpul itu lalu dipakainya untuk memukul dan menganiaya istrinya Nulika.
Aksi beringas Fahri membuat Nulika memar di sekujur tubuh. Parahnya lagi, perempuan tersebut tak bisa berjalan dan menggerakkan kakinya.
Tak lama kemudian aparat Polsek Bontoala yang dipimpin Kepala SKPT Aiptu Gaffar bersama penyidik Brigpol Syaiful, tiba di lokasi. Kedatangan polisi setelah mereka mendapat laporan dari tetangga pasangan suami istri ini.
Melihat kedatangan polisi, warga pun beramai-ramai mendatangi rumah Nulika. Petugas kemudian mengevakuasi ibu rumah tangga ini untuk mendapat perawatan medis serta visum. Sementara Fahri digelandang ke Mapolsek Bontoala.
Belakangan terungkap, Fahri nekat menganiaya istrinya akibat terbakar api cemburu. Hal itu disampaikan langsung oleh Nulika.
Menurut Nulika, peristiwa bermula ketika Fahri hendak memperbaiki motornya di sebuah bengkel. Tiba-tiba handphone (HP) miliknya berdering.
Nulika lalu mengangkat HPnya dan berbicara dengan orang yang meneleponnya. Ternyata, dia adalah seorang pria dan mengaku kenal dengan Nulika.
”Ada laki-laki yang menelepon ke HP saya. Dia tanya saya ada di mana. Saya bilang sedang berada di rumah suamiku. Fahri mendengar pembicaraan saya. Dia langsung mengambil HP dari tanganku, kemudian berbicara ke pria itu dengan bahasa kotor. Setelah itu langsung menutup HP,” terang Nulika sambil sesekali meringis kesakitan.
Usai berbicara lewat HP, Fahri lalu membawa motornya ke bengkel. Setelah itu, ia kembali ke rumahnya.
Nulika menanyakan kerusakan motor suaminya yang diperbaiki. Bukannya jawaban yang diterima. Fahri menyuruh Nulika untuk duduk.
”Waktu pulang dari bengkel, saya tanyakan itu motor. Tiba-tiba dia menyuruhku duduk. Dia menanyakan pria yang menghubungiku tadi. Saya bilang tidak kukenal itu orang. Tapi dia mendesakku untuk jujur. Saya jujur tidak kenal pria itu,” terang Nulika lagi.
Fahri kemudian menyebut Adi, satu nama pria yang pernah menghubungi istrinya. Namun, Nulika mengakui kalau Adi adalah seorang tukang ojek yang tidak ada hubungan apa-apa dengan dirinya.
Fahri juga menyebut nama Awal, seorang anggota TNI. Pria ini disebutkan pernah menghubungi Nulika melalui HP.
”Saya sudah jujur. Saya bilang pria yang menelepon itu tidak ada hubungan apa-apa. Dengan anggota TNI bernama Awal itu, saya bilang hanya kenal. Tapi dia tetap marah,” terangnya.
Mendapat pengakuan seperti itu dari istrinya, Fahri bukannya mengerti. Malah sebaliknya. Dia mengambil sebuah balok kayu lalu memukuli Nulika beberapa kali.
”Jujur memangmako. Kalau kamu tidak jujur, saya beri obeng untuk makanan terakhirmu,” cetus Nulika menirukan ucapan suaminya yang tengah kalap.
Sadar dengan situasi yang ada, Nulika mencoba lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tapi Fahri mengejarnya hingga di depan bengkel motor. Begitu dia dapat istrinya, Nulika pun dipukuli.
Setelah itu Nulika disuruh pulang ke rumahnya. Di dalam rumah, balok kayu kembali mendarat ke tubuhnya hingga membuat kakinya tak lagi bisa digerakkan.
Kapolsek Bontoala Kompol Talsito Hadi Koswara membenarkan kejadian ini. Kata dia, Fahri yang menjadi pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga ini telah diamankan.
”Pelaku bersama barang bukti balok kayu dan obeng yang digunakan saat menganiaya istrinya telah diamankan. Korban telah dibawa anggota untuk dilakukan visum. Sementara pelaku dibawa ke mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas Kapolsek, kemarin.
Mantan Kapolsek Ujung Tanah ini menambahkan, kasus KDRT yang terjadi di wilayah hukumnya ini dipicu oleh suami yang terbakar cemburu.
‘”Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya. Dia memukuli istrinya karena cemburu. Katanya, istrinya selingkuh. Tapi kita masih dalami kasusnya. Sementara korban dalam perawatan medis,” terang Kompol Talsito. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top