Metro

Gadaikan Masa Kecilnya Untuk Mencari Rezeki

JIKA bocah lainnya asyik bermain dan bersekolah, tidak demikian dengan Ilyas. Bocah 13 tahun yang beralamat di Jalan Adiyaksa Makassar itu sibuk keluar masuk lorong dengan berjalan kaki untuk berjualan buah lontar.
Laporan: Muh Is’ad- Muh Idham
Hidupnya tak senikmat dagangannya, itulah untaian kata yang mungkin cocok untuk menggambarkan kehidupan Ilyas. Usia yang terlalu dini memang berat memikul beban hidup yang sudah cukup berat, namun karena terlahir dari keluarga yang serba kekurangan, memaksa dia harus ikut berjuang demi melanjutkan hidup keluarganya.
Bahkan buah Lontar (tala’) jadi saksi betapa kerasnya perjuangan dia untuk mencari nafkah. Dengan menggunakan sebilah bambu yang di belah dua sebagai pemikul, ia berjalan sambil memikul 25-30 kantong buah lontar jualannya.
Di rumahnya di Jalan Adhiyaksa, sekitar pukul 13.00 siang menjadi awal perjalanan menjajakan buah lontar yang berasal dari Kabupaten Je’neponto.
Terik matahari yang menyengat, keringat dan debu jalanan menjadi teman perjalanannya setiap hari.
Setiap jalan yang dilalui pengguna jalan, Ilyas menawarkan kantong demi kantong buah lontar. Kadang dia meminta tumpangan ke pengendara motor yang lewat agar sampai ke tempat ia biasa beristerahat di samping pagar PLTU, Kecamatan Tallo sebelum pukul 17.00 sore.
Di lokasi itu ia membentangkan kain spanduk bekas di tepi jalan sebagai alas untuk ia jualan, sembari beristirahat melepas lelah menunggu pembeli datang padanya.
Sulit memang menjajakan buah Lontar di tengah berkembangnya makanan modern di masyarakat, bahkan segarnya buah lontar memang sudah kurang dilirik oleh masyarakat. Hingga tak jarang ia tertidur di tepi jalan tempat ia berdagang karena rasa lelah dari tubuh kecilnya itu.
Cibiran dan dari masyarakat pun kerap ia terima, karena dianggap sengaja tertidur untuk membuat pengguna jalan merasa kasihan padanya. Termasuk larangan untuk berjualan di tempat itu juga pernah ia terima, namun dengan berbagai alasan lagi-lagi ia terpaksa membandel atau tetap berjualan.
sebenarnya Ilyas tak sendiri, Rehan adiknya yang baru berumur 11 tahun juga berjualan buah lontar sama seperti dirinya, hanya saja ia membawa lebih sedikit dagangan dengan lokasi jualan yang berbeda dengannya.
Walau di wajah Ilyas selalu nampak senyum bahagia khas anak seusianya, tapi itu tak cukup untuk sembunyikan rasa lelahnya yang kadang berjualan sampai jam 10 malam.(ppl2,3)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top