Headline

Danny Pastikan Pecat Pejabat Terjaring OTT

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengambil tindakan tegas. Ia memastikan untuk memecat pejabat di jajarannya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polrestabes.
Bahkan, wali kota yang karib disapa Danny ini meminta kepada pihak kepolisian dan tim saber pungli untuk menelusuri pelaku lain yang terlibat. Selanjutnya menyampaikan kepada publik nama mereka, ketika benar terbukti.
”Saya sangat mendukung aparat kepolisian. Dari dulu saya menekankan transparansi dan konsistensi mencegah korupsi. Saya sudah minta untuk buka semuanya, dan tanya siapa saja terlibat dan yang suruh,” tegas Danny, kemarin.
Diapun menggaransi dirinya akan memecat oknum yang diduga telah melakukan pungli. “Langsung saya pecat, dan pasti saya pecat,” cetusnya.
Penegasan Danny ini menyusul tertangkapnya Andi Agung Saputra, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengaduan Dinas Penataan Ruang Kota Makassar. Ia terjaring OTT usai menerima uang dari seseorang pada sebuah tempat di Jalan Hasanuddin, Kamis sore (10/8).
Tim saber pungli yang melakukan penangkapan dipimpin Kanit Tipikor Polrestabes Makassar Iptu Supriyadi. Ia menjelaskan, dari tangan Agung disita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp4,5 juta. Masing-masing Rp1,5 juta pecahan Rp50 ribu, dan Rp3 juta lembaran Rp100 ribu.
Selanjutnya, warga Perumahan Bonewa Blok H Nomor 7 Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa itu digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Keesokan harinya, Jumat (11/8), tim Saber Pungli Polrestabes Makassar turun melakukan penggeledahan di ruang kerja Andi Agung di kantor Gabungan Dinas-dinas Jalan Urip Sumohardjo. Penggeledahan secara tertutup itu berlangsung selama tiga jam. Dari pukul 10.00 hingga 12.00 Wita. Hadir menyaksikan ketua RW, lurah, camat, kepala Dinas Penataan Ruang dan Ketua Ombudsman RI Wilayah Sulawesi Selatan Subhan Djoer.
Menurut Subhan, dari penggeledahan itu aparat kepolisian mengamankan dokumen dan berkas dari ruang Kasi Pengawasan dan Pengaduan.
“Tidak adaji penyegelan. Yang ada hanya penggeledahan secara tertutup. Hasilnya polisi mengamankan satu tas koper berisi dokumen dan berkas-berkas. Kami Ombudsman RI perwakilan Sulsel hadir untuk memastikan proses tersebut berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur. Disaksikan langsung ketua RW, lurah, camat dan kadisnya,” jelas Subhan, kemarin.
Pantauan BKM pascapenggeledahan di lantai dua, aktifitas pelayanan pegawai nampak lengang di lantai satu. Beberapa staf berpakaian biasa tampak duduk dan berdiskusi di luar ruangan.
Di lantai dua, tidak ada satupun ruangan yang disegel aparat kepolisian. Termasuk ruang Kasi Pengawasan dan Pengaduan yang diperiksa.
Penggeledahan di ruang Andi Agung dipimpin langsung Kanit Tipikor Polrestabes Makassar Iptu Supriyadi. Kedatangan tim saber pungli tidak diketahui pegawai kantor Dinas Penataan Ruang. Sebab mereka mengenakan pakaian biasa.
Usai penggeledahan, Iptu Supriyadi enggan berkomentar banyak. Ia hanya berujar singkat, bahwa hasilnya akan disampaikan ke pimpinan.
Sebelumnya, Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait, menjelaskan penangkapan Agung dilakukan setelah Tim Saber Pungli Polrestabes Makassar menerima laporan dari warga melalui Ombudsman Sulsel. Laporan itu menyebutkan adanya dugaan praktik pungli dalam pengurusan izin pembangunan resto di kantor Dinas Penataan Ruang.
”Setelah menerima informasi itu, tim saber pungli langsung menindaklanjutinya. Tim bergerak mengintai terlapor. Dia tertangkap tangan di jalan Sultan Hasanuddin, tepatnya depan Dunkin Donuts usai menerima uang dari seseorang berinisial R,” jelas Hotman dalam rilis kasus, Kamis malam (10/8).
Dari keterangan R, menurut Hotman, ia diberi kebijakan perubahan izin dari ruko menjadi restoran dan toko. ”Korban ini mengaku diberi kebijakan untuk perubahan izin dari ruko miliknya menjadi restoran dan toko. Tapi dengan catatan ada kesepakatan untuk memberi imbalan senilai Rp15 juta. Namun yang diserahkan Rp4,5 juta,” terang Hotman lagi.
Hingga kemarin, penyidik masih mendalami kasus ini. Apakah masih ada keterlibatan pihak lain atau tidak.
Atas perbuatannya, Agung dijerat pasal 11 dan 12 UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan anaman 20 tahun penjara. (arf-ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top