Headline

Singgah Menagih Rp105 Ribu, Rp450 Juta Raib

SIDRAP, BKM — Kasus pencurian uang nasabah bank kembali terjadi di Sidrap, Rabu (2/8). Saat singgah menagih uang penjualan tiga rak telur senilai Rp105 ribu, seorang pengusaha terkenal di daerah ini harus kehilangan uang sebesar Rp450 juta.
Kasus inipun sontak mengegerkan warga kompleks Terminal Pangkajene, Sidrap. Adalah H Muchtar alias H Lattare (70), seorang pengusaha ternak ayam petelur yang menjadi korban pencurian sekitar pukul 10.30 Wita.
Korban asal Desa Tenete, Kecamatan Maritengngae itu, harus merelakan uang tunai miliknya raib tak berbekas dibawa kabur dua orang pelaku yang tak dikenal.
Saat kejadian, pelaku dan korban sempat terlibat aksi saling tarik menarik kantong berisi uang tunai tersebut. Alhasil, uang Rp50 juta yang terikat terpisah, jatuh dan tidak sempat dibawa kabur pelaku.
Insiden pencurian uang dalam jumlah fantastis itu terjadi sesaat ketika korban singgah di Terminal Pangkajene menagih uang penjualan telur. Saat itu ia baru saja usai mencairkan uang di kantor BRI Cabang Sidrap, di Kota Pangkajene sebanyak Rp500 juta.
“Sama-samaja tadi pagi (kemarin) di terminal sebelum berangkat ke bank. Sempat saya tawarkan ditemani dan pakai mobil pick up saya saja ke bank. Tapi dia (korban) menolak,” beber keponakan korban H Jama saat mendampingi korban melapor di Polres Sidrap, kemarin.
Sementara H Lattare yang menjadi korban pencurian di Terminal Pangkajene, tampak biasa-biasa saja dengan apa yang telah dialaminya. Dia bahkan sempat menolak melapor ke polisi terkait peristiwa yang dialaminya. “Apa boleh buat, mungkin sudah begitu jalan ceritanya,” ujarnya.
Korban sempat bercerita tentang apa yang baru saja dialaminya. Menurutnya, sekitar pukul 09.30 Wita, ia memutuskan untuk mencairkan uangnya di kantor BRI Cabang Sidrap. Dia berangkat seorang diri ke bank dengan meminjam mobil Honda HRV warna merah, plat DP 41 QA milik keponakannya H Ayyu.
Di bank, beber korban, dirinya mencairkan uang sebesar Rp500 juta. Rencananya uang sebesar itu akan dipergunakan untuk membayar petani. “Ada uang satu ikat nilainya Rp50 terjatuh setelah warga mencoba menghadangnya. Berarti Rp450 juta yang mereka bawa pergi,” terangnya.
Saat kejadian, uang Rp500 juta itu disimpannya di kursi jok depan sisi kiri. Namun ia tak sadar, ketika turun dari mobil, rupanya pintu tidak terkunci.
Korban menuturkan, apa yang dialaminya ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, H Lattare juga pernah mengalami hal serupa sekitar tujuh tahun silam di Jalan Jenderal Sudirman, Pangkajene.
Kala itu, ia juga baru saja mencairkan uang di salah satu bank di Kota Pangkajene. Uang sebesar Rp250 juta yang disimpan di dalam mobil sedan warna hitam miliknya seketika raib dibawa kabur pencuri. Pelaku terlebih dahulu memecahkan kaca depan sisi kiri mobil korban.
Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Anita Taherong yang dihubungi, kemarin berjanji akan berupaya mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. Anita menyebut, pelaku pencurian berjumlah dua orang. “Mereka berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna merah,” ujar Anita.
Meski dua orang pelaku sempat lolos dan berhasil membawa kabur uang pelaku di tengah keramaian warga di Terminal Pangkajene, namun Anita yakin dapat menangkap kedua pelaku.
“Ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi dari saksi-saksi di TKP. Selain itu, aksi pelaku mengambil uang tunai milik korban kebetuan terekam kamera CCTV milik salah seorang pengusaha di Terminal Pangkajene,” terang Anita.
Sementara, pihak bank BRI mengklaim pencairan dana milik nasabah sudah sesuai prosedur keamanan. Bahkan korban sempat ditawari untuk jasa pengawalan uang.
“Kita sempat tawarkan pengawalan aparat setelah korban cairkan uangnya, namun dia menolak. Kita sudah safety memberikan pelayanan, karena pencairan di atas Rp100 juta memang harus dikawal petugas polisi atau security kita,” ungkap salah satu staf BRI yang enggang dipublikasikan namanya. (ady/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top