PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Sulselbar

Parah, Data LKPJ-LKPD Selisih Rp54,9 M

SELISIH -- LKPJ dan LKPD Pemkab Luwu Timur tahun anggaran 2016 terdapat selisih senilai Rp 54,9 milyar.

LUTIM, BKM — Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Luwu Timur tahun anggaran 2016 terdapat selisih senilai Rp54,9 milyar.
Sekretaris Panitia Khusus DPRD Luwu Timur, Iwan Usman pada rapat penyampaian laporan Pansus di ruang Banggar, Selasa (25/7).
Berdasarkan hasil pembahasan, LKPJ dan LKPD tahun 2016 terdapat selisih penyampaian data dimana LKPJ mengakui Silpa senilai Rp210.972.167.753.
“Sementara LKPD hasil pemeriksaan BPK-RI Sulsel senilai Rp156.064.014.355 sehingga Pansus menemulan perbedaan angka yang cukup Siqnifikan pada Silpa yakni senilai Rp54.908.153.397,” ungkap Iwan.
Menurutnya, hasil kerja Pansus merekomendasikan kepada Bupati, HM Thorig Husler agar mendorong Inspektorat untuk bekerja lebih aktif melakukan audit pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Luwu Timur.
Pansus juga merekomendasikan kepada pimpinan DPRD Luwu Timur untuk menindaklanjuti hasil temuan Pansus dan memberikan kajian tetap kepada pihak legislatif.
Menurut Iwan, perlu diadakan audit ulang oleh auditor indevenden, dan meminta audit investigasi apa bila hasil audit ulang mengindikasikan terjadinya tindak yang mengakibatkan kerugian negara.
“Terjadi ketidak konsistenan terhadap informasi yang disajikan. Bahkan BPK-RI memberikan teguran keras terhadap Bappeda atas ketidaktelitian penyajian informasi dan data LKPJ yang dibacakan Bupati pada rapat Paripurna tanggal 31 Maret 2017,” ungkapnya.
Iwan menambahkan Pemkab menjelaskan terdapat kelebihan penginputan pendapatan daerah senilai Rp4.975.186.176 dimana LKPJ menyajikan nilai Rp1.419.034.018.482 dan data LKPD Rp1.414.058.832.306.
Terdapat belanja yang belum dikonsolidasikan atau belum diinput pada aplikasi laporan keuangan senilai Rp49.932.967.221. (alp/C)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top