Berita Kota Makassar | Waspadai Radikalisme, Kesbangpol Pantau Medsos
Metro

Waspadai Radikalisme, Kesbangpol Pantau Medsos

MAKASSAR, BKM — Kehadiran media sosial (medsos) mempermudah komunikasi antarsesama. Namun, media sosial juga kerap menjadi wadah memuluskan tujuan orang atau perkumpulan yang punya niat buruk. Baik itu untuk mengambil keuntungan pribadi, hingga memecah belah persatuan bangsa maupun negara.
Untuk mencegah berkembangnya potensi ancaman terhadap bangsa dan negara, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus memantau pergerakan dan perkembangan yang terjadi di media sosial.
Kepala Kesbangpol Sulsel, Asmanto Baso Lewa menjelaskan, jika ada yang dideteksi bisa membahayakan dan memicu perpecahan, maka Kesbangpol akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti TNI dan kepolisian untuk menindaklanjutinya.
Dia menekankan, sejak dulu, potensi ancaman terhadap kesatuan bangsa dan negara selalu ada. Baik yang berkaitan dengan narkoba, radikalisme, hingga terorisme. Ditambah dengan kehadiran media sosial yang bisa mempermudah komunikasi dan penyebaran informasi sesat, maka instansi terkait harus lebih ekstra keras dalam melakukan pengawasan.
“Media sosial salah satu yang jadi fenomena saat ini. Semua informasi sangat terbuka. Bisa jadi sarana untuk memecah dan mempengaruhi kehidupan berbangsa kita. Karena itu, harus terus dipantau,” ungkap Asmanto di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (17/7).
Dia melanjutkan, seperti yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang melakukan blokir terhadap Telegram karena digunakan sebagai wadah untuk menyebarkan informasi soal radikalisme, terorisme dan aktifitas yang mengancam keutuhan NKRI.
Dia melanjutkan, selama ini, pihaknya memantau medsos untuk melakukan deteksi dini terhadap segala aktifitas, niat dan rencana yang bisa mengancam stabilitas keamanan, politik, dan berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Apalagi ke depan, dimana Sulsel menghadapi Pemilihan Kepala Daerah dan Pilgub. Media sosial bisa saja menjadi media untuk menyebarkan black campaign atau kampanye negatif.
“Ini yang harus kita antisipasi ke depan. Kami berharap masyarakat tidak mudah terpecah belah hanya karena informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial,” pungkasnya. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top