Berita Kota Makassar | Usai Minum Kopi, Pulang Gantung Diri
Headline

Usai Minum Kopi, Pulang Gantung Diri

BKM/JULDAM GANTUNG DIRI-Dg Nia, istri Dg Bado memeluk mayat suaminya yang tewas karena gantung diri.

MAKASSAR, BKM — Hari masih pagi. Kira-kira pukul 08.00 Wita, Senin (17/7).
Warga Jalan Cendrawasih, Lorong Buntu RT 002/RW 001, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso tiba-tiba geger. Sesosok tubuh lelaki ditemukan menggantung pada seutas tali berwarna biru di ruang tamu. Kira-kira tiga meter dari pintu masuk rumah.
Namanya Dg Bado. Usianya 71 tahun. Sehari-harinya bekerja sebagai pengantar bambu yang biasa mangkal di Jalan Baji Minasa.
Kejadian ini spontan mengundang perhatian warga setempat. Mereka lalu berbondong-bondong mendatangi rumah Dg Bado.
Wanti, salah seorang tetangga korban menuturkan, tubuh Dg Bado yang menggantung pertama kali ditemukan seorang anak bernama Randi (13). Ia datang mencari anak Dg Bado untuk mengajaknya bermain.
Randi kemudian mencoba membuka pintu namun terkunci. Dia mencoba mengintip ke dalam. Saat itulah Randi melihat tubuh Dg Bado dalam kondisi menggantung. Posisinya menghadap ke timur. Mengenakan baju kaos warna biru dan celana panjang kain warna hitam.
Randi kemudian mencoba memberitahukan ke pihak keluarga. Diapun bertemu dengan Rulli, putra pertama Dg Bado. Saat bertemu, Randi menyampaikan apa yang dilihatnya di rumah Rulli. Keduanya lalu bersama-sama menuju rumah lalu membuka sacara paksa pintu dengan cara mendobraknya.
Betul saja, di dalam rumah tubuh Dg Bado sudah menggantung. Lehernya terlilit tali yang biasa dipakai untuk ayunan cucunya. Rulli langsung melepaskan tali tersebut dan menurunkan tubuh bapaknya yang sudah kaku dan tak lagi bernyawa. Selanjutnya dibaringkan di atas kasur yang terhampar langsung di atas lantai.
Dg Nia, istri Dg Bado yang datang tidak lama kemudian, langsung histeris mendapati jasad orang yang dicintainya. Ia tak pernah menyangka jika sang suami akan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Dijelaskan Dg Nia, sebelum ditemukan tewas tergantung, pada pukul 07.00 Wita Dg Bado keluar rumah. Ia diketahui pergi minum kopi di tempat kerjanya Jalan Baji Minasa.
”Setelah minum kopi, dia pulang ke rumah. Saya dan anak-anak sudah pergi menjual di Pasar Sambung Jawa. Saya dapat informasi dari anak-anak dan tetangga kalau suamiku gantung diri,” tutur Dg Nia sambil menyeka air matanya.
Pernikahan Dg Bado dan Dg Nia dikaruniai delapan orang anak. Dg Nia mengaku tidak tahu menahu kenapa suaminya nekat gantung diri. Apalagi selama ini ia tak pernah mengeluh maupun berselisih dengan anak-anak ataupun tetangga.
Kapolsek Mariso, Kompol Wahyu Basuki membenarkan kejadian ini. Hanya saja, pihaknya tidak bisa melakukan otopsi karena pihak keluarga menolaknya. Polisi dan tim identifikasi Polrestabes Makassar hanya melakukan visum luar di TKP. Disaksikan Lurah Tamarunang Anthon dan Ketua RT Haeruddin, serta anak istri dan keluarga korban lainnya.
Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Mariso, Aiptu Andi Pallawarukka mengatakan, korban gantung diri diduga karena mengalami depresi akhir-akhir ini.
”Informasi dari pihak keluarga, korban mengalami depresi. Ada anaknya yang berurusan dengan hukum. Tapi ini hanya dugaan. Korban ditemukan tergantung menggunakan tali ayunan cucunya dengan mengikatkannya di sebuah balok penyangga rumah,” ujarnya. (jul-ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top