Berita Kota Makassar | PLS Hingga Kerja Bakti di Ruang Kelas
Sulselbar

PLS Hingga Kerja Bakti di Ruang Kelas

MAKAZSSAR, BKM– Hari pertama masuk sekolah, Senin (17/7), sejumlah sekolah di Makassar belum melakukan proses belajar mengajar. Para siswa terlihat hanya berlalu-lalang dan bercerita ria di lingkungan sekolahnya. Hal ini terpantau di SMAN 1 dan SMAN 2 Makassar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Makassar, Zainuddin, membenarkan, jika senin belum dilakukan proses belajar mengajar. Hanya saja, untuk para siswa kelas XI dan XII diarahkan melakukan kerja bakti oleh wali kelasnya di ruang kelas masing-masing. Sedangkan untuk siswa kelas X, di hari pertama ini diadakan pra Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).
Dikatakan Zainuddin, PLS bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan segala aktivitas sekolah kepada para siswa baru. ” PLS sebenarnya dilaksanakan secara serentak hari Jumat nanti di Rujab Gubernur, namun ada baiknya kita melaksanakan terlebih dahulu pra-PLS di lingkungan sekolah,” kata Zainuddin.
Suasana yang sama tampak pada SMAN 1 Makassar. Di sekolah tersebut, tidak ada proses belajar mengajar bagi siswa kelas XI dan XII. Hanya siswa kelas X yang memiliki kegiatan, yaitu PLS.
PLS di SMAN 1 hanya diberikan arahan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo. Irman menegaskan jika para siswa yang mengikuti PLS kali ini adalah siswa yang betul-betul terseleksi dari hasil saringan, bukan hasil dari KKN. Maka dari itu, siswa dan siswi yang telah masuk di SMAN 1 harus memiliki karakter yang bagus. “Karakter yang bagus berguna supaya sekolah ini menjadi semakin baik,” kata Irman.
Selain itu, dilakukan tes psikologi untuk menentukan kejuruan bagi siswa dan tes wawancara untuk pendalaman bakat/minat siswa. Serta tes narkoba yang dilakukan sebelum masal Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).
Khusus tes narkoba, Disdik menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN). Ini dilakukan untuk membuat database bagi siswa dan mencegah adanya peredaran narkoba dalam sekolah.
“Kalau terbukti positif sebagai pemakai, tak langsung dikeluarkan. Kita akan koordinasikan dengan BNN, tergantung rekomendasi mereka, apakah akan direhab, tanpa harus dikeluarkan atau memang harus dikeluarkan, itu kalau dia sebagai pengedar atau bandar,” katanya. Dinas Pendidikan Kota Makassar juga turun melakukan pemantauan di sekolah-sekolah.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan kegiatan PLS bagi siswa baru.
” Kita turun langsung memantau kegiatan PLS untuk benar-benar memastikan PLS berjalan dengan baik. Untuk bela negara kami masih mau bicarakan dengan Dandim, dan kalau jadi sabtu kita laksanaan,” kata Kepala Disdik Makassar, Ismunandar, kemarin.
Terkait dengan dengan full day school yang merupakan program dari pusat, Ismunandar menyebut tetap dilaksanakan di Makassar. Hanya saja tidak semua sekolah di Makassar yang dapat melaksanakan kegiatan tersebut.
Sementara itu, pantauan BKM di SD Kompleks IKIP di jalan AP Petta Rani, murid kelas 1 masih ada yang tidak ingin ditinggalkan orang tuanya di dalam kelas. Bahkan orang tua mereka rela menunggu anaknya pulang sekolah.(rhm-jun-nug/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top