Berita Kota Makassar | Mampu Biayai Kuliah dan Sekolah Adik
Headline

Mampu Biayai Kuliah dan Sekolah Adik

IST OMZET LUMAYAN-Saat ini usaha percetakan Ahmad Fadli Taufik memiliki omzet lumayan, sekitar Rp50 juta sebulan.

MENGAWALI sebuah usaha dari nol memang sangatlah berat. Butuh ketekunan yang ekstra untuk membuat usaha tersebut makin hari kian berkembang. Dan yang perlu diingat, tidak semua orang mampu melakukan hal itu.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

TIDAK semua orang mampu, bukan berarti tidak ada yang bisa. Sudah banyak contoh orang-orang yang mampu membangun usahanya dimulai dari sesuatu hal yang kecil.
Seperti yang Fadli lakukan misalnya, yang saat ini memiliki sebuah usaha percetakan kaos. Ketekunan, kerja keras, dan cita-cita yang kuat untuk membangun hidupnya adalah kiat sederhana yang bisa ditiru orang lain dari dirinya.
Selain itu, dorongan dari orang tua tercintalah yang menjadi faktor utama membuatnya sukses. Ayahnya yang meninggal dunia pada 2014, menjadi pelecut semangatnya membangun Padaidi Indonesia.
Setelah bertemu dengan salah seorang seniornya yang selalu mengingatkannya tentang usaha, sedikit-sedikit ia mulai belajar juga tentang kewirausahaan. Tekanan sebagai anak pertama yang menjadikannya sebagai kepala keluarga sepeninggal ayahnya, membuat Fadli berpikir untuk mengambil jalan menjadi seorang pengusaha.
Fadli sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang proses pembuatan kaos. Selama ini ia hanya cukup menyukai saja kaos-kaos distro yang dijual di pasaran. Untuk proses pembuatannya, dimulai dari apa dan bagaimana, ia tak tahu sama sekali.
Namun dengan nekatnya, ia membeli sebuah alat sablon kala itu. Alat sablon yang dibelinya adalah frame presisi. Frame presisi adalah alat sablon kaos paling sederhana yang berfungsi mencetak gambar atau tulisan pada kaos.
Alat sablon itu ia beli dari sisa-sisa uang jajannya, serta dari sedikit uang tabungan ayahnya. “Itu frame presisi, alat sablon yang paling murahmi itu. Nda’ cukup satu juta harganya,” kata Fadli.
Setelah ia membeli alat sablon itu, barulah sedikit-sedikit ia pelajari cara dan teknik menyablon kaos melalui Youtube. “Awalnya tidak ada yang bantu. Saya belajar hanya dari Youtube. Pokoknya saya tongkrongi terus itu Youtube sampaiku bisa,” kenang Fadli sambil sedikit tertawa.
Sebagai seorang pengusaha awam saat itu, tidak mudah bagi Fadli memasarkan usahanya. Ia harus benar-benar kerja ekstra mencari pelanggan yang ingin memesan kaos di tempatnya. Mulai dari menyebar informasi ke teman-temannya, sampai memanfaatkan berbagai medi sosial.
Hasilnya pun baru bisa ia dapat tiga bulan kemudian. “Awal-awal itu ya lumayan sulit. Bayangkan saja, selama tiga bulanpi baru bisaka dapat orderan. Jadi selama tiga bulan itu tidak ada sama sekali yang mau order,” kata Fadli.
Saat ini, Fadli telah memiliki sembilan pegawai. Itupun setelah terjadi beberapa kali pergantian, dikarenakan beberapa diantaranya telah ada yang mulai membuka usaha sendiri. Omzetnya pun lumayan besar, sampai Rp50 juta sebulan.
“Alhamdulillah, sekarang kehidupan sudah lebih bagus. Kebutuhan dua adikku juga sudah bisa saya penuhi. Uang kuliah dan sekolahnya juga saya yang bayarkan sekarang,” jelas Fadli bangga.
Fadlipun punya rencana dan harapan besar ke depannya. Ia ingin lebih mengembangkan lagi usahanya agar menjadi besar dan bersaing. Dalam tiga tahun ke depan, ditargetkan Padaidi Indonesia telah dikenal luas di Indonesia. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top