Berita Kota Makassar | Full Day School Belum Diberlakukan
Sulselbar

Full Day School Belum Diberlakukan

WAJO, BKM — Penerapan kebijakan Full Day School (FDS) yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy hingga kini masih belum jelas. Di Kabupaten Wajo, misalnya program FDS belum diberlakukan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, Jasman Juanda melalui Sekdis Rusmin Amin, Senin (17/7)
mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat untuk membahas tentang program itu. Rusmin mengaku semua sekolah sudah siap melaksanakan program tersebut.
“Kita baru mau rapat membahas program FDS. Hasilnya nanti dilaporkan ke bupati,”ujar Rusmin.
Rusmin menambahkan sejumlah kabupaten sudah menjalankan program FDS seperti Kabupaten sidrap. “Bagus juga kita melakukan studi banding di Kabupaten sidrap. Intinya, itu masih akan dibahas secara menyeluruh. Itu juga mencakup kualitas tenaga pendidik jika nantinya penerapan full day school diberlakukan,” pungkasnya.
Program FDS juga menghindari penyimpangan yang terjadi di luar jam sekolah. Rusmin menyebutkan jam pulang sekolah akan disamakan dengan jam pulang kerja sehingga anak didik tidak dilepas begitu saja setelah jam sekolah.
“Jadi, anak pulang pukul lima sore, orangtuanya bisa jemput. Sehingga anak kita tetap ada yang bertanggung jawab setelah dilepas pihak sekolah,” kata dia.
Kalau program itu diterapkan, dalam sepekan sekolah akan libur dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Sehingga, ini akan memberikan kesempatan bagi peserta didik bisa berkumpul lebih lama dengan keluarga.
Program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu untuk memperpanjang jam sekolah bagi para siswa hingga sepanjang hari ada disambut beragam oleh siswa dan orangtua. Dari sisi siswa sendiri, banyak yang menolak karena mengaku lelah.
Menurut salah satu orangtua siswa, Halman (45), menolak wacana tersebut karena sekolah sepanjang hari akan membuat siswa stres dan malah tidak mampu menyerap pelajaran. “Enggak setuju karena waktu belajar yang lama juga tidak efektif. Otak anak-anak itu butuh istirahat,” ujarnya saat berbincang-bincang.
Adapun salah satu orangtua juga ada yang menyambut baik. Marwah (37), warga kecamatan Tempe, justru meminta agar kegiatan di sekolah sampai sore diisi dengan pelajaran ekstra.
“Setuju sih kalau anak diisi kegiatan yang berguna. Karena anak kan pulang siang supaya sorenya bisa les sama ngaji, mereka tetep butuh les apalagi yang mau ujian nasional,” kata dia. (*)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top