Berita Kota Makassar | 454 Fasum-Fasos Bersoal Diserahkan ke Kejari
Headline

454 Fasum-Fasos Bersoal Diserahkan ke Kejari

MAKASSAR, BKM — Pencarian serta penelusuran fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) milik Pemerintah Kota Makassar makin intens dilakukan. Setelah melalui perjalanan panjang, bisa dipastikan masalah ini bakal berujung pada proses hukum.
Panitia khusus (pansus) fasum dan fasos DPRD Makassar menyebut, ada 454 pihak yang kini menguasai hak pemkot tersebut. Pansus telah menghasilkan rekomendasi agar fasum serta fasos yang bersoal itu diserahkan penyelidikannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.
”Kami sudah melakukan rapat internal. Disepakati bahwa besok (hari ini) hasil dan rekomendasi pertemuan akan diserahkan ke kejari,” kata Ketua Pansus Fasum Fasos, Wahab Tahir di gedung DPRD Makassar, Senin (17/7).
Menurut legislator Partai Golkar itu, ada 454 pengembang serta pihak lain yang masuk dalam data tersebut. Meski begitu, kejari sebagai pihak yang berwenang menyelidiki, tentunya akan melakukan verifikasi faktual. Karena data yang disodorkan masih mentah.
”Jadi bisa saja nantinya berkurang. Bergantung bagaimana hasil penyelidikan kejari,” ujar Wahab.
Dia merinci, ada kurang lebih 900 fasum fasos milik Pemkot Makassar yang harus dikembalikan. Pembahasan terakhir sebelum libur panjang adalah persoalan tukar guling antara GMTD dan PLN.
Perusahaan yang berlokasi di kawasan Tanjung Bunga itu diduga telah mengambil fasum pemkot seluas 2 hektare. Kemudian diserahkan ke PLN dan telah digunakan sebagai tempat untuk membangun gardu induk. GTMD akan dimintai pertanggungjabawannya guna mengganti lahan seluas 2 hektare tersebut.
“Lokasinya tepatnya memang kami belum membahasnya. Namun bisa dimana saja, sepanjang itu masih di wilayah Kota Makassar,” terangnya.
Informasi yang diperoleh BKM, saat ini telah dilakukan identifikasi di beberapa titik. Seperti di Jalan Pelita dan Jalan Faisal, Kota Makassar Sebelumnya, Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto menargetkan untuk segera merampungkan persoalan tersebut.
Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Ahmad Kafrawi membenarkan jika fasum fasos yang akan ditertibkan segera diserahkan ke kejaksaan. Karena banyak oknum yang memanfaatkan untuk keperluan pribadi. Bahkan sudah ada yang mendirikan bangunan di atasnya secara permanen.
”Memang itu sudah menjadi kesepakatan. Saya sangat mengapresiasi pansus fasum fasos,” kata Ahmad Kafrawi.
Diakuinya, salah satu kelemahan selama ini dalam hal pengawasan adalah kurangnya data fasum fasos yang sudah berpuluh-puluh tahun. Sementara data-data tersebut sekarang harus digital.
“Karena itu saya ingatkan kepada pihak-pihak yang menguasai fasum fasos untuk segera mengembalikannya ke Pemkot Makassar. Jika tidak dikembalikan, akan kami tuntut sesuai hukum yang berlaku dan kami eksekusi,” tandasnya. (ita/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top