Berita Kota Makassar | 5.000 Kuato Tersisa, Dinas Belum Bersikap
Headline

5.000 Kuato Tersisa, Dinas Belum Bersikap

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Senin (17/7) merupakan hari pertama masuk sekolah untuk seluruh peserta didik mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK atau sederajat. Namun, untuk pendaftaran tingkat SMA/SMK, masih menyisakan 5.000 kuota di seluruh Sulsel. Dinas Pendidikan Sulsel pun belum memberikan kebijakan.

Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK Sulsel, Ruslim mengatakan, berdasarkan jadwal, akan diisi dengan tes kesehatan para peserta didik baru. Tes tersebut berlangsung selama tiga hari, 17-19 Juli.

Terkait teknis pelaksanaan tes kesehatan tersebut, semua diatur oleh sekolah bersangkutan. Apakah bekerja sama dengan pusat layanan kesehatan melakukan tes di sekolah atau siswa m bersangkutan yang mendatangi pusat layanan kesehatan dan membawa rekomendasi ke sekolah terkait hasil tes. Tes kesehatan itu juga sudah mencakup tes narkoba.

Ruslim menegaskan, hasil tes kesehatan maupun tes narkoba itu tidak akan mempengaruhi kelulusan seorang siswa di sekolah.

“Jadi hasil tes kesehatan dan tes narkoba itu nantinya sudah tidak pengaruhi atau mengugurkan status kelulusan siswa,” ungkapnya kepada BKM, Minggu (16/7).

Namun, lanjut dia, jika ada siswa yang dinyatakan bermasalah dengan narkoba, akan menjadi pertimbangan untuk dilakukan penanganan khusus.

“Hasil tes itu, khususnya tes narkoba akan menjadi dasar untuk mengambil kebijakan dalam penanganan seorang siswa. Teknisnya seperti apa, kami masih akan konsultasikan dulu ke Pak Kadis,” ungkapnya.

Lebih jauh dikemukakan, selain tes kesehatan, hari pertama sekolah bisa saja sudah diisi dengan kegiatan belajar mengajar siswa. Namun itu tergantung kebijakan dari sekolah bersangkutan.

Sementara untuk pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS), rencananya akan dilaksanakan pada 21 Juli mendatang.

Usai dilakukan pendaftaran ulang pekan lalu, ternyata masih banyak siswa yang tidak melakukan pendaftaran. Akibatnya, sampai proses PPDB ditutup, hingga saat ini, masih ada sekitar 5.000 kuota yang belum terisi. Kuota kosong itu khusus untuk SMA se Sulawesi Selatan, di luar Kota Makassar yang sudah terpenuhi.

Begitu juga di tingkat SMK. Ternyata banyak peserta didik yang mendaftar dinyatakan lulus, namun tidak melakukan pendaftaran ulang

“Seperti di SMK 3, SMK 2, SMK 6, dan SMK 8, banyak yang tidak daftar ulang. Ini yang akan kami konsultasikan ke Pak Kadis Disdik setelah tiba dari Jakarta,” ungkap Ruslim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo, beberapa waktu lalu mewacanakan akan membuka kelas khusus bagi peserta didik yang mengalami masalah, misalnya narkoba, bersentuhan dengan hukum dan lainnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar memastikan sudah tidak ada lagi sekolah baik SD ataupun SMP di Kota Makassar yang tidak memenuhi kuota.

Kepala Disdik Kota Makassar, Ismunandar mengatakan, beberapa sekolah yang sebelumnya terdata belum mencapai kuota yang diberikan saat ini semuanya telah mencapai kuota. Pencapaian itu dilakukan melalui pendaftaran offline.

“Besok (hari ini) semua siswa baru sudah mulai beraktifitas mengikuti kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah di sekolah yang dipilihnya. Jadi sudah tidak ada lagi penerimaan siswa baru karena semua sekolah sudah memenuhi atau mencapai kuota yang diberikan,” sebut Ismunandar melalui telepon sellulernya, Minggu (16/7).

Kata Ismunandar, PLS yang dilakukan sekolah-sekolah hanya berlangsung selama tiga hari dengan bimbingan guru-guru. Dan dipastikan juga siswa senior tidak dilibatkan sebagai panitia kegiatan PLS di sekolah-sekolah.

“PLS-nya dilakukan selama tiga hari dan itu panitianya adalah pihak sekolah. Kami juga berencana untuk mengikutkan siswa baru dalam bela negara. Tapi ini masih perlu saya bicarakan dengan Dandim. Kalau bisa mungkin hari Sabtu anak-anak sudah bisa dibawa ke Lantamal untuk diberikan pemahaman dan pembinaan tentang negara,” jelasnya. (rhm-arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top