Headline

Kereta Api Rampung 2018, Difungsikan 2019

SELAMA dua hari berada di Makassar, Syahrul setia mendampingi Presiden Joko Widodo. Dalam kebersamaan itu berkembang pembicaraan seputar berbagai hal. Diantaranya progres kereta api Sulsel dan Bandar Udara Buntukuni di Tana Toraja.
Syahrul mengemukakan, Jokowi menekankan agar kereta api Sulsel sudah bisa digunakan tahun depan. Minimal untuk mengangkut semen dan batu bara.
Saat ini, pengerjaan kereta api Trans Sulawesi masih berada pada tahap pertama, yakni rute Makassar-Parepare sepanjang 145 kilometer. Jokowi berharap tahun 2019 sudah bisa difungsikan.
Minimal jalur sepanjang rel 50 kilometer untuk pengangkutan batu bara dan semen. Untuk itu, pemerintah pusat tetap menganggarkannya. Seperti di tahun ini, sebanyak Rp1,2 triliun dari SBSN dan tahun 2018 direncanakan Rp6 triliun.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah berusaha keras agar tahun depan rel kereta api ini sudah bisa dimanfaatkan. Khususnya bagi pengangkutan semen dan batubara dari pelabuhan di Barru.
“Karena itu kami akan koordinasikan dengan Menteri Perhubungan dengan semua yang terkait, agar konsentrasi rel kereta itu jangan menunggu lagi dan harus menghasilkan uang,” ujar Syahrul.
Terkait investor, Syahrul mengatakan saat ini masih fokus pada penggunaan APBN. Namun dirinya tak menapik, ke depan pemerintah akan membuka kesempatan kepada investor untuk masuk membiayai proyek ini.
“Jadi kemarin kalau saya tangkap arah pembicaraan Pak Presiden, tetap menggunakan dana yang ada untuk mempercepat itu agar pemanfaatannya bisa disegerakan. Target pertama sekitar 50 kilometer,” lanjutnya.
Saat ini progres pembangunan rel kereta api sudah mencapai sekitar 20 km. Selain itu, tiga jembatan dan satu jalan layang sudah rampung dikerjakan. Tahun ini juga akan dibebaskan lahan tahap kedua sebanyak 623 bidang dari 1411 bidang untuk jalur Barru-Parepare.
Masalah kedua yang dibahas dengan Jokowi, lanjut Syahrul, adalah rencana pembangunan Bandar Udara Buntu Kunik di Tana Toraja. Dirinya meminta agar usulan anggaran dikaji lebih mendalam lagi.
Untuk itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini berharap pelibatan akademisi, seperti dari Unhas dalam perhitungan anggaran. Serta penggunaan tenaga ahli yang berpengalaman untuk pengerjaan bandara yang akan mendukung pariwisata tersebut.
“Kedua yang ditanyakan masalah airport di Toraja. Presiden mendorong agar bandara di sana tidak dipindah-pindahkan. Cuma harus dihitung dengan baik, jangan terjadi mark up atau pemborosan dalam bentuk apa saja. Sehingga efisiensi bisa dilakukan,” jelas Syahrul.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar menjelaskan telah melakukan pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla untuk membahas Bandara Buntu Kunik.
“Tahap awal itu kita akan bangun ranway dan terminal penumpangnya. Estimasi hasil perhitungan dari tim Unhas sekitar Rp409 miliar. Tapi ini masih akan dikaji dari Kemenhub,” terangnya. (rhm/rus)

27 Mahasiswa Diamankan,
Ada yang Positif Ganja

POLRSTABES Makassar masih mengamankan sedikitnya 27 oknum mahasiswa yang diduga berulah gaduh saat melakukan unjukrasa menolak kedatangan Presiden Joko Widodo, Rabu (12/7). Mereka diciduk karena membawa senjata tajam (sajam).
Selain itu, ada diantara mahasiswa yang ditangkap diduga telah mengonsumsi narkoba sebelum menggelar aksinya. Hal tersebut diketahui setelah mereka menjalani tes urine dan hasilnya positif mengadung zat adiktif.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan menjelaskan, puluhan mahasiswa tersebut diamankan bukan karena menolak kedatangan presiden. Melainkan karena mereka berbuat kericuhan.
”Kami amankan bukan karena orasinya yang menolak kedatangan presiden. Melainkan sebagai upaya mengantisipasi agar tidak terjadi gesekan serta tindak kriminalitas. Apalagi saat diamankan ada yang kedapatan membawa senjaat tajam. Bahkan dari tes urine, satu dari mereka hasilnya positif narkoba. Diduga sebelum mereka turun berorasi, terlebih dahulu mengonsumsi ganja. Tapi ini baru dugaan,” jelas Anwar, kemarin.
Dari 17 mahasiswa yang diamankan, seorang berinisial AH ketahuan membawa sajam. Sementara AS positif mengonsumsi ganja.
Petugas yang berada di lapangan mengamankan mahasiswa tersebut di tempat berbeda. Ada yang berada di depan kampus UIN Alauddin serta persimpangan Jalan AP Petta Rani dan Hertasning.
”Kami masih memeriksa mereka. Jika memang tidak terbukti, maka akan dipulangkan. Begitu pula sebaliknya, bila terbukti tentu akan diproses hukum.” tandasnya. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top