Headline

Jalur PPDB Luring Dibuka, Waspadai Kongkalikong

MAKASSAR, BKM — Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur luring (luar jaringan atau offline) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Makassar dibuka mulai hari ini, Jumat (14/7). Prosesnya berlangsung selama dua hari dan berakhir Sabtu (15/7).
Sebanyak 35 SMP terbuka untuk jalur luring ini. Ada 750 kuota yang diperebutkan. Potensi terjadinya kongkalikong hendaknya diwaspadai.
Bahkan, terdeteksi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar saat ini cukup banyak calon siswa baru ‘titipan’ oknum tertentu. Mereka berharap ‘titipannya’ itu bisa diakomodir untuk mengisui kuota yang masih tersisa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar menjelaskan, pendaftaran jalur luring berlangsung pukul 09.00 hingga 14.00 Wita. Untuk persyaratan kelulusan, Disdik mengacu pada nilai akhir rapor dan ujian siswa.
Prosesnya berlangsung di masing-masing sekolah. Pengumuman kelulusan dilaksanakan, Senin (17/7) di tiap-tiap sekolah.
”Sekarang sistem manual tapi masih menyatukan. Kita umumkan siapa yang diterima dan nilainya berapa, sehingga semuanya transparan,” terangnya di kantor Disdik Jalan Hertasning, Kamis (13/7).
Sekolah yang membuka jalur luring dimaksudkan untuk memenuhi kuotanya. Angkanya bervariasi.
SMP 1 misalnya, masih ada tiga kuota yang belum terisi. SMPN 2 sebanyak 12 kuota. SMPN 3 dengan 10 kuota. SMPN 5 berjumlah 26 kuota.
SMPN 7 masih tersisa empat kuota. SMPN 9 dengan empat kuota. SMPN 10 sebanyak tiga 3 kuota. SMPN 11 berjumlah 40 kuota. SMPN 13 dengan 30 kuota. SMPN 14 dengan 62 kuota. SMPN 15 dengan dua kuota, SMPN 16 dengan 117 kuota.
Untuk SMPN 17 kuotanya tiga. SMPN 18 dengan 10 kuota. SMPN 19 20 kuota. SMPN 20 dengan 17 kuota. SMPN 21 kuota 81. SMPN 22 dengan dua kuota. SMPN 23 sebanyak 10 kuota. SMPN 24 dengan 15 kuota. SMPN 25 berjumlah 17 kuota. SMPN 26 sebanyak
42 kuota.
SMPN 27 36 kuota, SMPN 29 (2), SMPN 30 (1), SMPN 31 (2), SMPN 32 (72), SMPN 33 (2), SMPN 34 (40), SMPN 35 (20), SMPN 36 (10), SMPN 37 (10) dan SMPN 40 (25).
Ismunandar memastikan, seluruh proses pendaftaran akan berjalan adil dan sesuai dengan mekanisme yang telah diatur. Dia juga menjamin tidak akan ada kongkalikong antara kepsek dengan orang tua calon siswa.
”Kalaupun ada yang direkomendasikan anggota dewan, itu masih kita seleksi lagi. Karena dewan adalah mitra kami,” tandasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa berbagai jalur telah dilakukan dalam proses pendaftaran siswa baru. Permasalahan yang timbul di tengah masyarakat, karena masih banyak yang ingin mencari sekolah yang dianggap unggulan atau favorit.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Ismunandar menegaskan bahwa sejak tahun lalu, Disdik tidak lagi memproyeksikan sekolah mana saja yang masuk kategori unggulan atau favorit.
“Sejak tahun lalu dan tahun ini tidak lagi ada lagi yang namanya sekolah unggulan ataupun favorit. Semua sekolah sama. Cuma masyarakat sudah terpola bahwa yang favorit ini itu. Padahal tidak begitu. Karena dari pelaksanaan ujian akhir kemarin, kita bisa melihat bahwa ada beberapa sekolah yang bukan unggulan itu lebih unggul,” terangnya.
Senada Ismunandar, anggota DPRD Makassar, Hamzah Hamid menuturkan, calon siswa yang direkomendasikan dewan tidak akan diterima begitu saja oleh Disdik. Mereka tetap mengikuti diseleksi yang dilaksanakan.
”Kita hanya merekomendasikan saja dan tetap ada seleksi. Ini hanya untuk memenuhi kuota, sebab tidak ada lagi penambahan,” tandasnya.
Hamzah Hamid mendesak agar PPDB jalur kemitraan dihapuskan. Sebab banyak menimbulkan masalah, khususnya bagi anggota dewan dengan konstituennya.
”Lebih baik dihapuskan saja. Karena kalau kita beri peluang di jalur kemitraan, sementara rekomendasi kita ditolak, ini berdampak pada citra anggota dewan di masyarakat,” imbuhnya. (ita-arf/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top