Headline

Ibu Mertua Tewas di Tangan Menantu

BANTAENG, BKM — Malam 21 bulan ramadan, Kamis (16/6). Kira-kira pukul 19.40 Wita di Dusun Bonto Mate’ne, Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.
Risna Dg Rannu binti Dg Nakku tengah menonton siaran televisi di salah satu ruang tengah rumahnya. Perempuan paruh baya usia 43 tahun itu dikejutkan dengan kedatangan sesosok laki-laki.
Dia adalah Herman bin Ramli (35). Pria ini adalah menantu Rannu. Kedatangan Ramli ke rumah mertunya untuk menemui istrinya, Asni.
Kedatangan Herman mengagetkan Rannu, karena sudah cukup lama ia pergi meninggalkan istri dan anaknya. Begitu datang, Herman langsung mengajak Asni keluar rumah untuk pergi jalan-jalan menikmati indahnya malam ramadan. Namun Asni menolak.
“Dia mengajak tapi saya menolak,” ucap Asni berlinang air mata saat di rumah duka, kemarin.
Dituturkan Asni, sewaktu suaminya datang, dia sedang berbaring di dalam kamar. Dia mengaku menolak ajakan suaminya dengan suara lantang. “Saya menolak dengan suara keras,” akunya.
Diungkapkan Asni, ketika dia menolak diajak jalan-jalan, Herman bertanya dari luar kamar; “apakah kamu sudah tidak mau lagi?” Pertanyaan tersebut dijawab spontan oleh Asni; “Iya, saya sudah tidak mau lagi.”
Perang mulut antara suami istri ini, membuat Rannu, sang mertua, ikut angkat bicara. Rannu mengatakan; ”kenapa baru sekarang kamu datang. Sekian lama istrimu memunggu, namun tidak ada kabar darimu.
Kini, setelah istrimu kau telantarkan selama berbulan-bulan, tiba-tiba kamu muncul dan langsung mau ajak jalan-jalan. Dengar itu, istrimu sudah tak sudi lagi bersamamu.”
Mungkin karena rasa kecewa bercampur jengkel yang berkecamuk dan menguasai akal sehat Herman, sehingga dia kalap. Herman menancapkan pisau tepat mengenai leher mertuanya. Seketika itu juga, Rannu bersimbah darah dan tewas di tempat.
Informasi yang diperoleh, menyebutkan hubungan pasutri ini sudah tidak harmonis lagi. Mereka sebelumnya cukup lama hidup merantau di Kalimantan. Namun, pada Februari 2017, Asni ditinggal pergi oleh sang suami ketika berada di perantauan. Herman pulang terlebih dahulu.
Tak tahan hidup di rantau tinggal suami, Asni bersama putrinya, Risma (14) kembali ke Bantaeng. Keduanya langsung menuju ke rumah orangtuanya.
Kedatangan Herman, disebutkan untuk mengajak istrinya rujuk dan kembali membina rumah tangga seperti sedia kala. Namun usaha itu bertepuk sebelah tangan. Asni terlanjur merasa disakiti.
Usai melakukan aksi kejamnya, Herman langsung kabur. ”Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan, kemarin. (wam/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top