Sulselbar

THR Tak Dibayar, Adukan ke Posko Disnaker

Nasrullah

LUTIM, BKM — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) sejak 1 Juni dan berakhir hingga H – 7 hari Raya Idul Fitri 1438 H.
Posko pengaduan dibuka setiap tahun dalam rangka untuk membantu para karyawan mendapatkan hak atau THR diperusahaan tempat mereka bekerja.
Kabid Hubungan Industrian dan Jamsostek Luwu Timur, Nasrullah mengatakan, perusahaan yang ada di daerah Bumi Batara Guru wajib membayarkan THR kepada karyawannya.
Menurutnya, pembayaran THR kepada karyawan telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.
“Posko pengaduan sudah kita buka sejak 1 Juni lalu sehingga diharapkan kepada karyawan yang untuk datang mengadu bila ada yang tidak diberikan THR oleh perusahaan tempat mereka bekerja,” ungkap Nasrullah.
Hingga kini, belum ada karyawan yang datang mengadu terkait THR. Namun, pihak manajemen perusahaan sendiri yang telah datang melakukan koordinasi soal mekanisme pembayaran tunjangan tersebut.
“Perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawannya, jika tidak, itu artinya melanggar sehingga konsekunsinya akan diberikan sanksi administrasi, pencabutan ijin operasional hingga pidana,” ungkap Nasrullah diruang kerjanya, Kamis (15/6) kemarin.
Dia menjelaskan, pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.
“Masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang 12 bulan diberikan secara proporsional hitungannya masa kerja dikali satu bulan upah dibagikan 12 bulan,” ungkap Nasrullah. (alp/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top