Berita Kota Makassar | BPJS Menyelamatkanku dari Medical Error
Metro

BPJS Menyelamatkanku dari Medical Error

MESKI menahan sakit karena tangan kanannya luka parah akibat kecelakaan lalu lintas, Syabrin tetap senang saat menjalani perawatan di ruang VIP RS Awal Bross Makassar, 1 Mei lalu.

Laporan: Fachruddin Palapa

Senang karena pria asal Ambon itu terhindar dari prediksi tenaga medis di Ambon yang mendiagnosanya stroke.
“Perawat di Ambon mendiagnosa saya stroke. Setengah badan saya memang lumpuh tidak bisa bergerak. Makanya saya dirujuk ke Makassar karena di Ambon belum ada CT Scan,” kata Syabrin saat ditemui di ruang perawatannya.
Rupanya peralatan medis rumah sakit di Ambon masih terbatas. Syabrin yang menjalani perawatan dengan fasilitas BPJS Kesehatan itu mengatakan belum ada satu rumah sakit di ibu kota Maluku itu yang memiliki CT Scan dan MRI. Makanya ketika mau dipastikan stroke atau tidak, Syabrin lalu dirujuk ke Makassar. Di ibu kota Sulawesi Selatan itu, banyak rumah sakit yang memiliki fasiltas CT Scan dan MRI.
Proses pemindahan perawatan dari Ambon ke Makassar tidak terlalu sulit. Syabrin hanya menghubungi keluarganya di Makassar untuk mencarikan rumah sakit yang memiliki fasiltas CT Scan. Oleh keluarga di Makassar direkomendasikan dua rumah sakit yakni RS Siloam dan Awal Bros. Fasilitas Siloam lebih bagus karena selainCT Scan juga memiliki Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tetapi keluarga Syabrin memutuskan memilih Awal Bros dengan pertimbangan mitra BPJS Kesehatan. RS Siloam Makassar satu tahun terakhir sudah tidak menerima pasien BPJS Kesehatan lagi. Di Ambon, Syabrin juga menjalani perawatan dengan fasilitas BPJS Kesehatan.
Saat menunggu kedatangannya dari Ambon, keluarga di Makassar panik karena perawat yang mendampingi Syabrin merekomendasikan kamar isolasi semisal Insentive Care Unit (ICU). Katanya Syabrin harus menjalani perawatan intensif karena lumpuh alias stroke.
Negosiasi dengan pihak RS Awal Bros berlangsung. Sialnya, ruang ICU di rumah sakit ini juga full. Semua terpakai. Keluarga memutuskan untuk mencari rumah sakit lain yang memiliki ICU. Tetapi dr Titin yang menangani ruang perawatan di RS Awal Bros menyarankan agar memeriksa lebih dahulu pasiennya sebelum memutuskan masuk ruang isolasi.
Begitu tiba di RS Awal Bros dengan menggunakan ambulance Bandara Sultan Hasanuddin, Syahrin didorong dengan kursi roda ke ruang Unit Gawat Darurat. Dua dokter jaga langsung menanganinya. Setelah memeriksa detak jantung dan lainnya, seorang dokter perempuan lalu memindahkannya di ruang laboratorium tempat pemeriksaan CT Scan.
Beberapa menit kemudian hasil CT Scan keluar. Ternyata Syabrin tidak lumpuh. Ia juga tidak stroke. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Ambon itu hanya mengalami hipertensi. Lumpuh yang dialaminya lebih disebabkan karena luka sobek di tangan kanannya tidak mau diobati. Selain hipertensi, dokter RS Awal Bros mendiagnosa Syabrin dengan repair tendon (jaringan otot terputus) dan debridement (pembuangan jaringan yang tidak sehat dari luka) serta infeksi luka.
Setelah menjalani perawatan selama lima hari, Syabrin dinyatakan sehat. Luka di tangan kanannya sembuh. Ia juga sudah bisa berjalan dan berlari. Jika saat masuk RS Awal Bros didorong dengan kursi roda, kini sudah bisa berjalan sendiri. Andai saja tidak dirujuk ke Makassar, mungkin Syabrin masih terus menderita kesakitan karena mentaati diagnosa perawat di rumah sakit di Maluku.
“Terima kasih BPJS Kesehatan yang telah menyelamatkan saya dari medichal error,” katanya.
Dikutip dari www.pasienbpjs.com disebutkan bahwa fasilitas MRI, Rontgen atau CT scan memang bisa ditanggung oleh BPJS sepanjang langkah yang ditempuh sesuai prosedur. Pasien umum yang fasilitas MRI biasanya menyediakan dana sekitar Rp4 juta. Tetapi jika dicover BPJS, semuanya bisa ditanggung oleh BPJS kesehatan. Jadi jika Anda kebetulan memiliki masalah kesehatan yang mengharuskan melakukan Rontgen, CT Scan atau MRI, pertimbangkan untuk menggunakan layanan BPJS Kesehatan agar biaya bisa ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.
Magnetic Resonance Imaging, CT Scan atau rontgen adalah alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. Alat tersebut digunakan untuk memeriksa dan menghasilkan gambar organ, jaringan dan sistem rangka tubuh secara jelas, tujuanya adalah membantu spesialis kesehatan atau dokter melakukan diagnosis berbagai kondisi.
Ada beberapa prosedur yang harus ditempuh oleh pasien agar biaya MRI dan CT Scan bisa ditanggung BPJS. Pertama, datang ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama untuk melakukan pemeriksaan. Faskes tingkat satu yang dipilih adalah yang sesuai dengan faskes yang tertera di kartu BPJS. Jangan lupa bawa kartu BPJS dan KTP ketika melakukan pemeriksaan di faskes tingkat satu.
Jika dalam keadaan gawat darurat, pemegang kartu BPJS bisa langsung menuju igd rumah sakit di manapun anda berada. Sedangkan jika sedang di luar kota dan ingin memeriksakan kesehatan sebagai peserta BPJS, maka langkah pertama yang harus ditempuh adalah membuat surat pengantar dari kantor BPJS untuk berobat di fasilitas kesehatan yang terdapat di lokasi tetsebut. Jangan lupa bawa surat keterangan domisili dari RT/RW dan kelurahan atau desa setempat sebelum membuat surat pengantar di kantor BPJS. Surat pengantar tersebut berguna agar Anda tidak mendapatkan penolakan dari pihak faskes tingkat pertama ketika Anda melakukan pemeriksaan dikarenakan fakses yang dipilih tidak sesuai dengan yang tertera pada kartu BPJS Anda dan lokasinya berada di luar wilayah domisili alias tidak sesuai KTP.
Kedua, mengutarakan keluhan. Jika dokter faskes 1 setelah memeriksa kondisi Anda dan ternyata secara medis memang perlu mendapatkan tindakan spesialistik, maka Anda akan di rujuk untuk mendapatkan tindakan kesehatan dari dokter spesialis di rumah sakit, dokter faskes tingkat 1 akan memberikan rujukan ke dokter spesialis rumah sakit meskipun tidak diminta.
Ketiga, datang ke rumah sakit untuk menuju poli sesuai rujukan. Persyaratan yang harus disiapkan ketika akan memeriksakan diri ke dokter spesialis rumah sakit sebagai pasien BPJS antara lain fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi KTP, fotokopi kartu BPJS, dan surat rujukan dari faskes tingkat pertama. Setelah itu dokter poli akan melakukan pemeriksaan.
Keempat, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit, Jika secara medis harus dilakukan CT scan, RMI atau Rontgen, maka dokter spesialis akan menjadwalkan anda untuk melakukan tes tersebut. Tindakan MRI dan CT Scan atau rongtsen yang dilakukan atas indikasi medis yang jelas yang ditetapkan oleh dokter sebagai bentuk penanganan atas penyakit/kondisi peserta (bukan atas keinginan peserta sendiri), maka biayanya sepenuhnya bisa ditanggung oleh BPJS kesehatan. (*)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top