Berita Kota Makassar | Sebiji Kurma dan Segelas Air Putih Kala Berbuka
Headline

Sebiji Kurma dan Segelas Air Putih Kala Berbuka

Syamsu Rizal, Wakil Wali Kota Makassar

WAKIL Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal berusaha meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW kala buka puasa. Menu berbuka yang biasa dinikmatinya pertama kali adalah biji kurma dan segelas air putih.

Laporan: Yusuf Yunus

MENJELANG adzan Magrib berkumandang, untaian zikir terus terdengar di bilangan Jalan Hertasning. Di rumah jabatan wawali ada banyak orang berkumpul, Jumat (9/6). Ruas jalan dipenuhi ribuan orang.
“Saudaraku semua yang ada disini dan yang masih berada di jalan. Mohon maaf kodong atas terjadinya hambatan di ruas jalan ini. Singgahmaki buka puasa,” kata Syamsu Rizal melalui pengeras suara.
Pejabat yang akrab disapa Deng Ical ini tak menyangka, bahwa kerinduannya untuk berbuka puasa bersama dengan segenap sahabat dari seluruh penjuru Kota Makassar bisa terwujud.
“Alhamdulillah kita bisa berbuka bersama. Kehadiranta ini menjadi kekuatan bagi saya secara pribadi bersama keluarga, termasuk dalam menjalani amanah sebagai wakil wali kota. Saya sempat berpikir apakah bisa menyajikan sesuatu yang dinginkan kepada teman, kerabat dan sahabat yang sedemian banyak. Apalagi setelah menjalani ibadah puasa memerangi hawa nafsu, menahan amarah, lapar dan haus. Tabe minta maafka, Insya Allah, dengan sebiji kurma dan segelas air bisa menambah kekuatan semangat persaudaraanta. Ituji pabukaku,” ujarnya.
Suasana buka puasa di rujab wawali penuh suka cita dan berlangsung sederhana. Para tamu yang hadir nampak bahagia. Seluruh lapisan masyarakat, kalangan eksekutif, legislatif dan para sahabat sejati Deng Ical turut serta.
Di acara itu, Deng Ical juga menuturkan pentingnya menjaga silaturahim. Mengutip salah satu kalimat bijak; “Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.”
Menurut Deng Ical, persahabatan harus tetap terjaga. Sebab itu juga tersirat dalam ayat suci Alquran. Di mana dalam ayat-ayatnya menerangkan kebesaran dan keutamaan para sahabat mendampingi rasulullah. Hingga pengorbanan saat mendampingi, baik dalam suasana damai maupun perang. Bila suasana gembira, pun ketika sedih. Mereka korbankan harta benda dan jiwanya untuk mencapai tujuan.
Di bulan suci ramadan ini, diakui pula Dang Ical, aktivitasnya terbilang padat. Tugasnya sebagai wawali bisa dilaksanakan dengan baik.
“Alhamdulillah, hampir tiap hari bisa buka puasa bersama dengan masyarakat. Kan banyak panggilan buka puasa. Saat buka bersama lebih banyak membahas ibadah. Sekaligus bangun komunikasi akan kebutuhan hingga masalah yang dihadapi. Kalau selama puasa, tetap bersama keluarga. Tapi kebanyakan saat sahur,” terangnya.
Beruntung, Deng Ical punya keluarga yang paham dengan tugas-tugasnya. Istri dan anak-anak membekalinya dukungan moril serta doa. (*/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top