Headline

Tak Punya Biaya, Bayi Bersisik Dirawat di Rumah

BKM/PURMADY SAKIT-Muhammad Dzaky Mubarak, bocah berumur kira-kira dua bulan terbaring sakit di rumah keluarganya Jalan Andi Pakanna, Maritengngae, Sidrap, Minggu (11/6).

SIDRAP, BKM — Namanya Muhammad Dzaky Mubarak. Usianya kira-kira baru dua bulan. Bocah mungil itu kini tebaring sakit di rumah keluarganya Jalan Andi Pakanna, Maritengngae, Sidrap.
BKM yang datang ke rumah itu, Minggu (11/6), mendapati Dzaky tengah tertidur di ayunan. Putra pasangan Asriani dan Amir ini sebelumnya sempat dirawat selama sepuluh hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene’ Mallomo, Sidrap.
Dokter mendiagnosaya mengidap penyakit collodion baby. Penyakit langka ini merupakan salah satu kelainan genetik atau penyakit bawaan yang diduga diturunkan oleh kedua orangtuanya. Bayi collodion itu memiliki congenital ichtyosis atau kondisi kulit yang bersisik.
Saat menjalani perawatan di rumah sakit, orang tua bayi meminta untuk dibawa pulang dan dirawat di rumah. Alasannya, mereka tidak memiliki biaya perawatan jika terus menerus dirawat di rumah sakit.
Ayah Muh Dzaky hanyalah seorang staf biasa (honorer) di Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) Sidrap. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Untuk tempat tinggal saja, mereka hanya bisa menyewa kos-kosan. “Kami minta keluar untuk dirawat di rumah saja sambil berobat alternatif. Sebab tidak punya biaya jika terus menerus dirawat di rumah sakit,” kata Amir dengan nada keluh.
Karena keterbatasan biaya pula, untuk saat ini pihak keluarga mencoba memberi pengobatan alternatif terhadap Muh Dzaky. Mereka berharap buah hatinya bisa sembuh.
Terpisah, Muhammad Ridzal Ilyas, perawat yang sempat merawat bocah tersebut di RSUD Nene’ Mallomo mengatakan, selama di rumah sakit, bocah malang itu dirawat di ruang kelas 1.
“Bayinya kita rawat di ruang rawat kelas 1. Dia pasien Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah),” ujarnya.
Terkadang, orang tua Dzaky harus membeli obat di apotek, yang tidak ditanggung oleh Jamkesda. Tim dokter juga yang menanganinya sempat berencana merujuk bayi tersebut ke rumah sakit yang ada di Kota Makassar.
Namun karena alasan biaya, Dzaky urung dirujuk oleh keluarganya. Muh Dzaky kini masih terbaring. Uluran tangan dari dermawan sangat dibutuhkan untuk membantu pengobatan bocah malang ini.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif yang juga Sekretaris Partai NasDem Sulsel membesuk bocah Dzaky. Ia menyampaikan keprihatinannya dan siap membantu.
“Saya secara pribadi dan Partai Nasdem akan membantu anak ini. Kami akan fasilitasi. Kalau memang harus dirujuk ke Makassar, kami siap bantu,” kata Syahar.
Legislator provinsi ini mengaku telah berkomunikasi dengan instansi terkait Dzaky segera mendapatkan pertolongan. “Saya komunikasikan dengan instansi terkait. Ini tugas saya sebagai wakil rakyat,” tandasnya. (ady/rus/b).

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top