Berita Kota Makassar | PT Adi Putra Masuk Daftar Hitam
Sulselbar

PT Adi Putra Masuk Daftar Hitam

LANJUTKAN -- Para pekerja dari BBJN XII saat melanjutkan pembangunan proyek pergantian jembatan di Kecamatan Alla Enrekang

ENREKANG, BKM — Balai Besar Jalan Nasional XII (BBJN) Makassar-Sulsel mengambil tindakan tegas atas sejumlah rekanan nakal alias gagal.
Tiga rekanan di Kabupaten Enrekang ditetapkan dalam daftar hitam (blacklist) setelah gagal menyelesaikan pekerjaan proyek di daerah tersebut.

Salah satu proyek yang gagal diselesaikan tepat waktu yakni proyek pergantian jembatan Sungai Belajen di Jalan Poros Enrekang-Toraja di Dusun Belajen Utara, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla-Enrekang.
Salah satu rekanan yang masuk daftar hitam adalah PT Adi Putra karena dinilai gagal menyelesaikan proyek dengan nilai kontrak Rp60 miliar dari pos APBN 2016. Padahal, seharusnya para kontraktor selaku penyedia jasa konstruksi mampu mengerjakan proyek berskala besar tersebut karena sudah memiliki Kemampuan Dasar (KD).
“Sudah tiga kontraktor kerjakan proyek ini dan ketiganya bermasalah semua,” ujar Rizal pengawas proyek Balai Besar Jalan Nasional XII (BBJN) Makassar-Sulsel, saat dikonfirmasi, Sabtu (10/6) sore.
Mengetahui proyek jembatan yang menghubungkan Toraja tersebut terbengkalai, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI memerintahkan BBJN XII setempat untuk mengerjakan langsung proyek tersebut.
“Terpaksa kita kerjakan langsung ini proyek atas perintah Kementrian PU-Pera,”jelas Rizal.
Sebelumya BBJN menjatuhkan sanksi berat kepada PT Adi Putra karena dinilai tidak mampu mengerjakan proyek miliaran tersebut. Selain itu Polres Enrekang juga menghentikan paksa PT Nindya Sejahtera karena dinilai tidak sesuai prosedural saat melanjutkan pengerjaan proyek tersebut. (her/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top