Gojentakmapan

Warga Tassese Diminta Tak Produksi Ballo

GOWA, BKM — Desa Tassese, Kecamatan Manuju, merupakan salah satu desa di Kabupaten Gowa yang cukup potensial tanaman pohon aren. Rimbunnya pohon aren di desa ini membuat warga setempat tidak ingin menyia-nyiakan potensi itu untuk mendapatkan uang.
Buktinya, selain bertani padi di sawah, warga di Tassese pun nyambi jadi petani aren. Air aren lalu disadap kemudian air aren itu ditampung. Salah satu kreasi warga setempat dalam pemanfaatan air aren itu adalah membuat gula aren atau gula merah.
Sayangnya, lambat laun banyak pula petani aren yang mencabangkan pikiran untuk mendapatkan uang dari air aren itu. Selain dijadikan bahan baku membuat gula merah, mereka juga kerap menjualnya dalam bentuk olahan minuman keras berupa ballo atau tuak. Bahkan, penjualan aren dalam bentuk tuak malah dominan besar ketimbang dijual dalam bentuk gula aren.
Menyikapi hal itu, Kapolsek Manuju, Iptu Hasan Fadhlyh di sela kunjungan Safari Ramadan di wilayah hukum Manuju, Kamis petang (8/6), menyempatkan melihat langsung proses pembuatan gula aren di salah satu rumah warga setempat.
Iptu Hasan Fadhlyh pun meminta agar petani aren sebaiknya fokus memproduksi gula aren saja. ”Saya mengimbau ke masyarakat agar tidak mensuplai bahan baku gula aren ini untuk dijual ke luar kampung dalam bentuk minuman keras tuak atau ballo. Masyarakat di sini harus lebih fokus membuat produk industri gula merah dan jangan menjual air aren ke luar kampung menjadi minuman keras tuak,” imbau Kapolsek. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top