Sulselbar

Jual Mamin Berformalin, Didenda Rp 4 M

SIDRAP, BKM — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sidrap bersama Satreskrim Polres Sidrap melakukan razia pangan segar di sejumlah pasar tradisional maupun pasar sentral.
Tim gabungan menyisir pasar dengan memeriksa sejumlah makanan yang diduga banyak memakai zat kimia berbahaya formalin seperti ikan teri, ikan segar, tempe, tahu, cendol, dan lainnya.
“Alhamdulillah, pemeriksaan kali ini tidak menemukan adanya gejala makanan yang menggunakan bahan berbahaya seperti formalin,” ujar Bedo Sari Anton, Kasi Kefarmasian Dinkes Sidrap, Jumat, (9/6).
Pihaknya akan terus melakukan razia bersama tim gabungan Polres Sidrap untuk memastikan semua makan dan minuman bebas dari bahan berbahaya hingga lebaran Idhul Fitri.
“Tetap kita melakukan pemantauan dan razia. Ini bertujuan agar makanan dan minuman tetap terjaga dari bahan berbahaya,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Anita Taherong. Ia mengaku, bila dikemudian hari menemukan makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya formalin, pihaknya akan mengamankan barang itu beserta pemiliknya.
Berbeda dengan Ramadhan lalu, BPOM Sulsel menemukan makanan mengandung zan berbahaya formalin di Kabupaten Sidrap. Makanan tersebut ditemukan di dua lokasi yakni pasar Rappang dan Lawawoi.
Pada saat itu, petugas gabungan dari BPOM Sulsel, Tim Penyidik Dinas Kesehatan (Dinkes), Satpol PP, dan Polisi mendatangi sejumlah pedagang di pasar tertsebut untuk mengambil sample dan dites langsung.
Hasilnya, petugas menemukan adanya sejumlah makanan yang mengandung formalin seperti ikan kering, mie instan, dan nugget.
Kepala Dinkes PP dan KB Sidrap, dr H Andi Irwansyah melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), dr Hj Sitti Nurwan mengatakan, Ramadhan 2016 lalu, ada sekitar 20 sample makanan yang di uji, 5 diantaranya mengandung formalin.
“Sample makanan yang kami curigai mengandung formalin di dua lokasi yakni ikan kering, mie instan, dan nugget. Alhamdulillah, sekarang kami tidak menemukan ataupun mencurigai adanya zat-zat berbahaya dalam makanan dan minuman yang di periksa itu,” katanya.
“Ancaman pidananya itu kurungan penjara selama tahun atau denda sebesar Rp4 miliar,” tandasnya. (ady/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top