Berita Kota Makassar | Uber Indonesia Rangkul Ratusan Mitra di Makassar
Bisnis

Uber Indonesia Rangkul Ratusan Mitra di Makassar

BKM/AHMAD UBER INDONESIA -- Maruli Ferdinand, Senior Account Uber Indonesia didampingi Pandu Adi Laras dan Johana menjelaskan mengenai aktivitas Uber di Kota Makassar.

MAKASSAR, BKM — Sejak mulai beroperasi di Kota Makassar sekitar sebulan lalu,
Perusahaan transportasi berbasis online, Uber Indonesia, telah mampu merangkul ratusan mitra.
Kehadiran Uber Indonesia di Kota Makassar, menurut Maruli Ferdinand, Senior Account didampingi Pandu Adi Laras dan Johana, saat melakukan kunjungan ke Redaksi Berita Kota Makassar, pada Kamis siang (8/6), diharapkan bisa memberi nilai plus tidak saja kepada masyarakat tapi juga Pemkot Makassar.
”Nilai plus bagi para mitra tentunya adalah tambahan pendapatan tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang kini digeluti, juga masyarakat selaku konsumen Uber akan mendapatkan tarif murah tapi dengan pelayanan yang ramah, aman, dan nyaman. Sedangkan bagi Pemkot, tentu akan mengurangi kemacetan. Karena jika biasanya satu orang membawa satu mobil untuk beraktivitas, sekarang satu mobil bisa beberapa orang di dalamnya,” kata Maruli diamini Pandu.
Pandu Adi Laras mengatakan, aplikasi Uber memiliki perbedaan dengan beberapa perusahaan transportasi online lainnya. Uber tidak akan menyebar informasi letak driver ke semua konsumen. Namun hanya yang berada di jarak terdekat. Hal ini supaya para konsumen Uber tidak saling berebut driver.
Keamanan konsumen juga menjadi fokus Uber Indonesia. Pandu mengatakan, jika dalam aplikasi Uber tersedia menu khusus yang memudahkan konsumen melihat perjalanan terakhirnya. Hal ini digunakan saat ada barang bawaan konsumen yang tertinggal.
Selain menggunakan menu khusus tersebut, konsumen juga bisa langsung menghubungi driver terkait. Karena nomor kontak dan namanya yang bisa langsung diketahui saat melakukan transaksi.
Selain ke konsumen, kemudahan juga berlaku bagi para driver. Pandu menjelaskan jika pendaftaran driver bisa dilakukan dimana saja karena sistemnya online. Service fee yang dibebankan sebesar 25 persen kepada pihak uber dan 75 persen kepada mitra atau driver terkait. Pembayaran sendiri akan dilakukan setiap minggu ke satu rekening milik penanggungjawab mitra.
Untuk mentaktisi jam sibuk mitra, pihak uber memberikan kebijakan memilih sendiri konsumen dengan tujuan yang mau dilalui sebanyak dua kali dalam sehari. ”Misalnya saya sebagai driver menerima konsumen jam 7. Sedangkan saya yang juga sebagai pegawai harus masuk kantor jam 8. Untuk mentaktisi itu, kita bisa memilih konsumen yang mau pergi ke tempat dekat saja. Supaya kita juga bisa ke kantor,” jelas Pandu. (nug/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top