Berita Kota Makassar | Hanura Makassar Tunggu Putusan MA
Politik

Hanura Makassar Tunggu Putusan MA

DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Makassar tinggal menunggu petunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Surat Putusan Mahkamah Agung (MA) soal Pergantian Antar Waktu (PAW) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar.
Ketua Fraksi Hanura, Shinta Masita Moulina menuturkan belum bisa menanggapi soal kasus yang menimpah teman sejawatnya di DPRD Makassar, sebab hingga kini belum ada surat apapun yang diterima olehnya di Partai Hanura. “Belum ada kita terima suratnya ataupun ada hasil keputusan MA soal pak Moses. Kalau ada pasti kita rapatkan, tapi tidak ada sama sekali,”ujar Shinta di gedung DPRD Makassar, Rabu (7/6).
Hal sama dilontarkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Makassar Muhammad Yunus yang juga masih menunggu salinan putusan secara tertulis dari MA terkait vonis lima tahun penjara kepada Mustagfir Sabri alias Moses. Moses yang juga anggota DPRD Makassar terjerat kasus korupsi dana bansos Sulsel tahun 2008 lalu. “Kita tetap menunggu surat incrah secara tertulis dari Mahkamah Agung baru kita bisa berbicara soal PAW,” katanya.
Dia memastikan, setelah ada salinan putusan itu, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPRD Makassar langsung digulirkan. Namun pihaknya tak ingin gegabah dan tetap menghargai proses hukum. “Sudah pasti ada (PAW), tapi kita harus melalui mekanisme dan menyurat ke KPU siapa peraih suara terbesar dibawah Pak Moses,” jelasnya.
Ketua Komisi B DPRD Makassar ini menambahkan bila proses PAW bersamaan dengan proses pemecatan keanggotaan sebagai kader Hanura Makassar. “Untuk keanggotaan pasti ada penarikan atau pemecatan, proses pemecatan dan PAW dan tetap berpedoman petunjuk DPP, itulah yang kita laksanakan nanti. Intinya kita tetap menghargai proses hukum dan mengikuti mekanisme baku di partai,” ujarnya.
Sementara itu, dari pantauan BKM, Rabu (7/6), Moses sudah tidak terlihat di kantor DPRD Makassar sejak keluarnya pemberitaan terkait dirinya bakal dijerat kembali di jeruji tahanan. Padahal komisi C DPRD Makassar rutin melakukan rapat namun tidak pernah lagi dihadiri. Dia tidak menaggapi telepon dan pertanyaan wartawan lewat Whatsaap. (ita/rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top