Sulselbar

Sejumlah Kades Diperiksa Kajari

ENREKANG, BKM — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (Bapemdes) Enrekang, Arifin Bando menyebut sejumlah kepala desa (Kades) di Kabupeten Enrekang sedang menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Enrekang karena diduga menyalagunakan Anggaran Dana Desa (ADD).

“Sudah ada beberapa Kades dipanggil Kejari untuk dimintai keterangan terkait ADD,” ujar Arifin Bando di Gedung DPRD Enrekang, Senin (5/6) saat menggelar sosialisasi tentang perda no 2 tahun 2017 tentang cara pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala desa.
Ia menduga para Kades diperiksa karena ada faktor kecemburuan sosial. Arifin mengakui ada kekeliruan para Kades dalam mengelolah ADD karena tidak transparan.
“Ini kekeliruan kita karena tidak transparan mengelolah ADD, padahal kita sudah keliling daerah belajar mengunakan ADD yang baik,”ujar Arifin.
Untuk menghendari proses hukum, Arifin meminta para Kades agar transparan dalam pengelolaan anggaran.”Tahun ini semua kades wajib memasang spanduk pengguna anggaran di desa masing-masing,”tegas Arifin.
Sebelumya, Kejari Enrekang menelusuri dugaan korupsi Kades Kaluppini-Enrekang dan perangkatnya terkait pengusutan kasus dugaan korupsi penggunaan ADD tahun anggaran 2016 sebesar Rp360 juta lebih.
Kepala Seksi Intel, Sinrang,SH mengatakan, ada lima item pembangunan fisik yang diduga direkayasa oleh oknum perangkat desa setempat sehingga terjadi mark up dan tidak sesuai dengan rencana kegiatan awal. “Kita sementara menyelusuri laporan warga atas dugaan tersebut,”kata Sinrang di Ruang Kerjanya,Selasa (7/3) (her/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top