Headline

127 Km Jalan Nasional di Sulsel Rusak

MAKASSAR, BKM — Arus mudik lebaran 2017 tidak lama lagi. Pemerintah terus menyiapkan fasilitas pendukung bagi kelancaran ritual tahunan ini. Salah satunya dan yang utama dalam jalan.
Dari data Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, total panjang jalan nasional yang ada di Sulsel 1.745,92 kilometer. Dalam kondisi baik 1.618 km (92,69 persen). Sementara yang rusak 127 km (7,31 persen).
Kepala BBPJN XIII Makassar, Bastian Sihombing mengatakan, sejauh ini beberapa paket pengerjaan jalan terus dilakukan. Termasuk perbaikan beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Kalau belum bisa direkonsiliasi kita tutup dulu lubangnya. Secara nasional sudah 92 persen yang mantap. Sampai akhir tahun ini kita target sampai 94 persen,” katanya usai menghadiri rapat koordinasi teknis di Hotel Harper, Jumat (2/6).
Bastian menyebutkan, ada beberapa jalan nasional yang sudah tidak bisa diperlebar. Misalnya yang ada di poros Palopo-Toraja-Enrekang. Karena jika dipaksakan, akan merusak badan jalan yang ada.
Selain itu, masih ada beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan. Seperti di jalan nasional yang ada di perbatasan Maros-Bone (poros Camba) dan Gowa-Takalar (poros Bontonompo).
Kepala Satuan Kerja Metropolitan BBPJN XIII, Amin Hamid menegaskan, pihaknya siap menyelesaikan beberapa perbaikan jalan. Terutama yang berlubang dan retak.
Lebih jauh, kata dia, satkernya saat ini melakukan perbaikan berat untuk poros Bontonompo sepanjang 1 km dengan anggaran Rp15 miliar. Ia yakin, sebelum puncak arus mudik satu lapisan jalan akan selesai.
Selain itu, pihaknya juga mengenjot progres pengerjaan underpass simpang lima bandara. Untuk terowongan, sudah siap dilalui seminggu sebelum pelaksanaan lebaran.
Khusus perbaikan dan peningkatan jalan provinsi yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi, sejauh ini masih dalam proses tender. Sehingga dipastikan, untuk pengerjaan proyek masih butuh waktu sebulan lagi.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengakui, dengan keterbatasan anggaran, semua program perbaikan dan peningkatan jalam masih dalam proses tender. Hal ini dikarenakan dana dekonsentrasi dari pusat juga ikut terlambat.
“Saya sudah instruksikan ke Dinas PU sekarang sudah bisa disikapi. Mudah-mudahan sebelum lebaran sudah bisa selesai. Karena proses tendernya sudah selesai. Maintenance dan penutupan lubang jalan sudah selesai,” jelasnya.
Menurut Syahrul, ada beberapa hal yang membuat jalan di Sulsel mengalami kerusakan. Salah satu diantaranya, curah hujan yang cukup tinggi hingga menyebabkan kerusakan parah.
“Tonase dari alat angkut kita. Kebetulan ada pertambahan volume dan mobilisasi sangat tinggi.Yang terakhir banyak proyek besar di beberapa daerah itu yang membuat jalan kita bersoal,” pungkasnya. (rhm/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top