Headline

SYL: Roem Belaka, tidak Maluki Dunia Akhirat!

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo melampiaskan gundah gulananya. Dengan nada emosional, orang nomor satunya Sulsel itu curhat soal Centrepoint of Indonesia (CoI).
Memang, sejak reklamasi di kawasan CoI dicanangkan hingga pelaksanaannya, berbagai tantangan dihadapi. Kecaman dari sejumlah kelompok masyarakat, termasuk organisasi lingkungan yang menentang reklamasi ditujukan ke Pemprov Sulsel.
Berkali-kali, dalam sejumlah kesempatan, Syahrul menegaskan jika apa yang dilakukan itu semata-mata murni untuk melihat Sulawesi Selatan lebih baik dan lebih maju. Hal itu kembali ditegaskannya saat pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid 99 Kubah Asmaul Husnah di kawasan CoI, Jumat (1/6).
“Salah itu anggapannya orang-orang. Tidak ada korupsi di sini. Adakah tanahnya orang disini? Saya itu cuma mau lihat ini jangan dikuasai orang per orang. Apalagi orang asing,” kata Syahrul dengan nada agak tinggi.
Dilanjutkan, dirinya tidak mau jika masyarakat, khususnya anak-anak generasi muda ke depan kehilangan matahari di kawasan Pantai Losari hanya karena ada orang yang menguasainya.
Mantan wakil gubernur ini juga menekankan dirinya tidak pernah mau ambil bagian dalam proses tender reklamasi CoI. Karena memang sejak awal niatnya murni untuk rakyat. “Pernahkah saya ikut tender dan menyampaikan siapa yang harus menang?” tanyanya.
Semua uneg-uneg itu disampaikan di hadapan tamu undangan yang hadir. Termasuk anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel. Salah satunya, Ketua DPRD Sulsel HM Roem. Malah, kepada Roem, Syahrul secara khusus meminta agar niat baiknya itu didukung. “Roem, belaka. Tidak maluki itu dunia akhirat. Barang tenaja kupakasirikki (tidak mungkin kupemalukanki). Tidak adaji yang larangki toh?” katanya dengan nada tanya.
Mantan bupati Gowa dua periode itu melanjutkan, CoI dihadirkan juga untuk persiapan masa depan. Reklamasi kawasan Pantai Losari itu diyakini akan menjadi salah satu kekuatan dan landmark Sulawesi Selatan, dan Makassar khususnya sebagai ibukota provinsi.
Proyek itu juga sebagai langkah strategis untuk menguatkan Makassar sebagai calon ibu kota negara Indonesia. Makanya, di kawasan itu dibangun Wisma Negara.
“Kalau Makassar mau jadi kekuatan Indonesia, harus ada landmark baru. Tidak mungkin Pantai Losari saja. Kalau mau Indonesia bagus besok, ibukotanya harus ada di Makassar. Makanya kita buat Wisma Negara juga di sini. Tinggal bersaing dengan Palangkaraya untuk ibu kota negara,” ungkapnya.
Syahrul berharap, sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Sulsel, sudah banyak progress menggembirakan yang dilakukan di kawasan CoI.
Terkait pembangunan Masjid 99 kubah di kawasan CPI, Syahrul bercerita ide awalnya dirancang di rumah Ketua DPRD Sulsel, HM Roem dan dihadiri pula oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Saat itu sedang bulan ramadan. Desainnya pun dipercayakan kepada Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang sebelumnya mengatakan, tahun ini CoI mendapat kucuran dana sebesar Rp89 miliar. Anggaran tersebut untuk membiayai dua item kegiatan, yakni pembangunan masjid di kawasan tersebut dan penyelesaian Wisma Negara. Dukungan anggarannya masuk di APBD 2017.
Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Takalar ini menambahkan, untuk kelanjutan pembangunan Wisma Negara, pemprov menyiapkan anggaran Rp29 miliar. Sementara untuk pembangunan masjid yang direncanakan memiliki 99 kubah, dialokasikan anggaran sebesar Rp60 miliar.
Menurut Andi Dharmawan, anggaran untuk Wisma Negara akan digunakan untuk merampungkan pembangunan gedung serba guna yang sudah hampir rampung. Sedang anggaran pembangunan masjid akan digunakan untuk mematangkan lahan, substruktur dan struktur utama.
“Intinya ini sudah masuk pengerjaan fisik. Karena untuk perencanaan dan desain sudah lengkap,” terangnya.
Khusus pembangunan masjid 99 kubah, pemprov membuka kesempatan kepada masyarakat untuk ikut menyumbang.Untuk penyelesaian masjid itu, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp160 miliar lebih sampai semuanya selesai. Termasuk lanskapnya.
“Untuk dana yang dari umat Islam ini tentu kita akan himpun. Apalagi ini masjid. Siapa saja bisa berkontribusi,” jelasnya. (rhm/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top