Berita Kota Makassar | Tiga Begal yang Beraksi di 28 Lokasi Ditembak
Headline

Tiga Begal yang Beraksi di 28 Lokasi Ditembak

IST DITEMBAK-Tiga dari empat tersangka begal yang ditembak dikawal tim Resmob Polda Sulsel usai menjalani pengangkatan proyektil peluru di RS Bhayangkara.

MAKASSAR, BKM — Empat tersangka begal diringkus tim Unit Resmob Polda Sulsel di tempat berbeda. Mereka diidentifikasi telah beraksi di 28 lokasi dalam wilayah Makassar dan sekitarnya.
Keempatnya adalah Muh Yusuf (17), warga Glora Pajjaiang Indah Blok A. Gunawan (19), beralamat di Perumahan Permata Sudiang Raya. Andi Syahrir (19), bermukim di Perumahan Permata Sudiang Raya Bolok G nomor 16. Serta M Ammar Mursyid (21), penduduk Nusa Harapan Permai Blok G nomor 2.
Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan korban yang dibegal di Perumahan Permata Sudiang Raya. Juga laporan polisi nomor: LP/1150/XII/2016/SPKT/Gowa tertanggal 18 Desember 2016, serta sejumlah laporan lainnya. Oleh kepolisian setempat, laporan para korban kemudian diserahkan dikoordinasikan ke Tim Unit Resmob Polda Sulsel untuk ditindaklanjuti.
Pada hari Senin (29/5), tim resmob langsung bergerak melakukan pengejaran. Yang pertama dibekuk adalah Muh Yusuf. Ia diketahui tengah berada di kediamannya Glora Pajjaiang Indah Blok A nomor 12 Makassar.
Petugas kemudian mendatangi tempat tersebut dan memblokade area perumahan. Jalannya penangkapan berlangsung dramatis.
Yusuf yang mengetahui kedatangan polisi, mengendap-endap untuk mengintip. Kemudian mencoba kabur dengan melompat jendela. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Namun, upaya pelariannya tak berbuah hasil. Karena lokasi tersebut telah dikepung petugas.
Sejumlah pria berbadan tegap menenteng senjata mencegatnya. Yusuf pun akhirnya pasrah. Selanjutnya ia digiring ke posko Resmob Polda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi yang menginterogasinya, Yusuf mengaku telah melakukan aksi begal pada 28 lokasi di Kota Makassar. Tapi ia tak sendirian. Melainkan bersama tiga temannya. Masing-masing Gunawan, Syahrir dan M Ammar Mursyid.
”Betul, Pak saya yang biasa melakukan begal di Jalan Perintis Kemerdekaan. Saya bersama tiga orang teman,” ujarnya.
Setelah mengantongi identitas tiga pelaku lainnya, polisi kemudian membawa Yusuf untuk melakukan pengembangan. Ia diminta menunjukkan lokasi persembunyian tiga rekannya.
Yang pertama didatangi adalah kediaman Gunawan. Tersangka berada di rumahnya. Awalnya, ia berkilah tidak terlibat dalam kasus begal. Namun, kelitan Gunawan langsung mentah ketika petugas memperlihatkan Yusuf. Diapun diringkus dan ikut digelandang untuk mencari dua rekannya yang masih tersisa.
Dihadapan polisi, Gunawan mengakui keterlibatannya dalam aksi kriminal jalanan di Perintis Kemerdekaan. Bahkan dia menyebut ada 10 titik tempatnya membegal bersama kawanannya.
”Kalau saya, Pak ada 10 titik. Lokasinya hanya di sekitaran Jalan Perintis Kemerdekaan,” katanya.
Tak butuh waktu lama bagi petugas untuk meringkus dua tersangka lainnya. Syahrir dan M Ammar diciduk di rumahnya masing-masing.
Dari pengakuan Syahrir, ia melakukan aksi begal di tujuh titik. Sementara M Ammar ikut kawanan ini beraksi di tiga titik.
Pemeriksaan intensif terhadap keempat komplotan ini usai pada Senin malam (29/5) pukul 23.30 Wita. Ternyata, masih ada lagi satu tersangka lain. Dia adalah M Ashak Ari Yahya (18), warga Jalan Permata Sudiang Raya Blok F nomor 11.
Keempatnya lalu dibawa menuju kediaman M Ashak. Sayang, tersangka yang satu ini tak ada.
Pengembangan kasus dilakukan. Yusuf, Gunawan, Syahrir dan M Ammar diminta untuk menunjukkan lokasi menyembunyikan barang hasil rampasannya.
Di tengah perjalanan, tiga dari keempat tersangka berbuat nekat. Mereka mencoba melarikan diri dari kawalan petugas. Tindakan persuasif berupa tembaka peringatan pun diberikan. Namun, ketiganya tak menghiraukan.
Moncong pistol lalu diarahkan ke bagian kaki ketiga tersangka. Enam kali letupan senjata menyarangkan dua butir peluru di kaki mereka masing-masing. Setelah tak berkutik, selanjutnya petugas mengevakuasinya ke RS Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, tiga tersangka yang mendapat tindakan tegas aparat adalah Gunawan, Amar dan Syahrir. ”Ketiganya ditembak karena mencoba melarikan diri saat dibawa untuk pengembangan kasus,” kata Dicky, Selasa (30/5).
Diakui Dicky, empat komplotan begal yang tertangkap ini dikenal cukup sadis. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya saat melancarkan aksinya.
‘”Dari pengakuan keempat tersangka, mereka biasa menggunakan parang dan busur untuk mengancam korbannya. Sedikitnya ada 28 titik aksinya. Pengakuan itu kemudian kami cocokkan dengan laporan korban,” kata Dicky.
Dari penangkapan keempatnya, polisi ikut mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya dua unit sepeda motor, sebilah parang, dua ketapel, dua buah anak panah, serta dua unit handphone. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top