Berita Kota Makassar | Satu Keluarga Diduga Dibunuh
Sulselbar

Satu Keluarga Diduga Dibunuh

TEWAS -- Keluarga Tillang (28) dan istrinya Ida (28) beserta anaknya Akbar ditemukan tewas mengapung di saluran irigasi di Sidrap.

SIDRAP, BKM — Penyebab tewasnya pasangan suami istri (Pasutri) Tillang (28) dan Wahida (28) beserta anaknya Akbar, warga Cenrana, Desa Corawali, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, masih misterius.

Pasalnya, kedua mayat itu ditemukan warga telah mengapung di dua lokasi berbedah yakni Wahida ditemukan di irigasi Desa Tanete, Minggu (28/5) pagi. Sore harinya warga kembali menemukan mayat Tillang juga di saluran irigasi di Desa Sereang, jalur ke Rappang, sekitar pukul 14.30 Wita.
Sementara, terakhir anaknya Akbar (3) bari ditemukan sudah tak bernyawa dan tewas terapung di Irigasi Latago, Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, Senin, (29/5).
Ada kesan kematian satu keluarga ini janggal karena jasad ditemukan terpisah. Selain itu, ada luka memar bekas pukulan benda tumpul tubuh korban.
Kapolres Sidrap, AKBP Witarsa Aji mengatakan, seperti yang dilakukan terhadap jenazah kedua orang tuanya, jenazah Akbar juga telah dievakuasi anggota Polsek Tellu Limpoe. Jenazahnya sudah ke Puskesmas Amparita, lalu diteruskan ke rumah duka di Desa Carawali, Kecamatan Watang Pulu.
Sesaat sebelum penemuan Akbar. Anggota Basarnas dan warga di Desa Carawali, Kecamatan Watang Pulu, juga telah menemukan sepeda motor taksi yang dikendarai ayah Akbar sebelum ditemukan tewas.
Menurut Witarsa Aji, pihaknya belum berani berspekulasi terkait kematian tiga korban, karena pihaknya baru akan melakukan pengkajian dengan meminta keterangan kepada keluarga korban agar masalah ini tidak menjadi misteri.
“Polisi masih mendalami penyebab kematian Tillang dan isterinya Ida, serta anaknya Akbar,” tandasnya.
Terpisah, Hastina kakak korban berharap, agar kasus kematian adiknya itu bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Ia menduga, kematian tiga orang keluarganya itu tidak wajar.
“Saya harap polisi bisa mengungkap kematian Tillang, Ida dan anaknya Akbar yang masih berumur tiga tahun. Keluarga kami sangat terpukul dengan adanya kejadian ini,” ucapnya.
Hastina menjelaskan, sebelum kejadian adik iparnya Tillang datang kerumah menjemput istrinya Ida bersama anaknya Akbar untuk pergi kerumah bosnya ambil gaji dengan menaiki sepeda motor taksi.
“Setelah itu, tidak ada kabar lagi hingga ketiga mayatnya ditemukan mengapung di saluran irigasi,” tandasnya. (ady/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top