Headline

Dewan Ancam Tutup Paksa Kafe Pancious

MAKASSAR, BKM — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar telah menerbitkan rekomendasi penutupan sementara Pancious. Kafe yang terletak di Jalan Hertasning itu diminta untuk mengurus dan melengkapi Amdal Lalulintas. Kehadirannya telah menjadi sumber kemacetan baru di ruas jalan tersebut.
Hanya saja, rekomendasi yang diterbitkan pekan lalu itu diabaikan pemilik kafe. Pancious tetap buka seperti biasa. Parkiran kendaraannya, khususnya roda empat masih memanfaatkan badan jalan.
Menyusul sikap bandel pengelola Pancious, komisi C mengeluarkan ancaman. Rekomendasi penutupan paksa bakal diterbitkan. Termasuk melaporkan ke pihak kepolisian terkait masih adanya izin yang belum dikantongi.
Anggota komisi C DPRD Makassar, Mustaghfir Sabry menyebut, Pancious mempunyai kesalahan yang sangat fatal, yakni tidak mempunyai izin lingkungan. Karena itu, dewan bisa saja melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.
“Fatal sekali memang. Ini bisa kami laporkan ke kepolisian. Yang pertama, mereka mengaku punya dokumen padahal tidak memiliki izin lingkungan,” bebernya di gedung dewan, kemarin.
Legislator Fraksi Hanura ini kemudian mengungkap kesalahan kedua. Yakni tidak punya amdal lalin dan melanggar garis sempadan jalan. Karenanya, diminta kepada Dinas Perhubungan serta instansi terkait untuk bertindak tegas.
Penegasan senada dilontarkan Susuman Halim, anggota dewan lainnya. Menurutnya, telah ada rekomendasi untuk menutup sementara Pancious. Bahkan Pemkot Makassar telah diminta untuk mengambil tindakan secepatnya.
”Saya sudah sampaikan ke Dishub untuk menugaskan orangnya di sana melakukan pemantauan. Jika masih menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir, tutup saja. Kalau tidak juga ditutup, saya yang di depan untuk menutupnya,” tegas legislator Partai Demokrat ini.
Menurut Sugali –sapaan akran Susuman Halim–, pihaknya sudah dua kali melakukan pemanggilan terhadap Paulus, pemilik Pancious. Namun, ia tak kunjung datang. Hanya menugaskan pegawai yang tidak tahu masalah.
”Mereka enak-enak ambil untung, orang yang dibikin susah. Bikin macetlah. Ambil parkir di bahu jalan. Dasar hukum menutup Pancious itu sangat kuat. Kalau tidak bisa penuhi itu izin, kita tutup sendiri, kalau pemkot tidak bergerak,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Supervisor Pancious, Ilham mengaku sudah melaporkan apa yang menjadi rekomendasi dewan ke pemilik kafe tempatnya bekerja. Untuk mengambil keputusan, ia masih menunggu sang bos kembali dari luar kota.
“Bosku lagi di luar. Saya tidak berani bicara, Mba,” kelitnya. (ita/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top