Headline

Banjir di Sinjai Rusak Stadion, Sekolah Terendam

SINJAI, BKM — Banjir di wilayah selatan Sulsel kian meluas. Setelah sebelumnya Kabupaten Bulukumba yang terendam, kini giliran daerah tetangganya, Sinjai mengalami bencana serupa. Bahkan, dampak yang ditimbulkan lebih parah.
Ketinggian air di dalam Kota Sinjai mencapai 70 centimeter. Banjir dipicu hujan deras yang berlangsung dalam dua hari terakhir. Selain itu, juga terjadi longsor di beberapa titik.
Pantauan BKM, kemarin, rumah warga dalam kota Sinjai yang terendam banjir terdapat di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Bulo-bulo Timur, Jalan Bulu Lohe, Jalan Tondong, Jalan Persatuan Raya dan Jalan Wolter Monginsidi.
Selain itu, di Jalan KH Agus Salim dan Jalan Baso Kalaka, serta ruas ruas jalan seputaran tempat pendaratan ikan di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara. Sejumlah kantor milik pemerintah juga terendam.
Guna menghindari kerugian lebih besar, warga yang rumahnya terendam langsung mengevakuasi barang berharga miliknya, seperti motor dan mobil ke lokasi yang lebih tinggi.
Selain menggenangi ruas jalan, banjir juga menyebabkan fasilitas umum rusak parah. Salah satunya Stadion HA Bintang di Jalan Stadion Mini.
Dua sisi pagar stadion jebol akibat terjangan banjir yang terjadi pada Senin pagi (29/5). Kedua sisi tersebut terletak di sebelah utara dan selatan. Saat banjir, stadion kebanggaan masyarakat Sinjai ini berubah seperti danau.
Gedung sekolah di Kecamatan Sinjai Utara juga tak luput dari terjangan banjir. Seperti SD 122 Mangottong, SD 23 Biringere, SD 24 Biringere, dan SD 103 Bontompare.
Sekolah lainnya adalah SD 125 Karampue, SD 102 Larea-rea, SMA 2 Sinjai, SMK 1 Sinjai, SMK 2 Sinjai, serta SD 82 dan SD 149 Tokinjong. Kemudian SD 5 Lappa, SD 89 Lappa, MIN Lappa, serta TK Pembina dan SMP 2 Sinjai.
Di waktu yang sama, banjir juga melanda Kecamatan Sinjai Timur. Jalur yang menghubungkan Desa Panaikang dan Patalassang terputus, akibat derasnya arus air di wilayah tersebut.
Titik terparah berada di depan Mapolsek Sinjai Timur dan jalan poros Pattalassang. Bahkan satu unit minibus hanyut di sungai diterjang air bah. Di Desa Panaikang dan Pattalassang memang terdapat sungai besar, yang jaraknya sangat dekat dengan laut.
Selain banjir yang menggenangi ruas jalan, terjadi pula longsor di Kecamatan Sinjai Tengah. Daerah ini berada di jalan poros Sinjai-Malino, tepatnya di Desa Kanrung dan Talle.Bahkan di Desa Kanrung, terdapat retakan pada badan jalan akibat labilnya kondisi tanah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, A Junaedi Mustafa mengkonfirmasi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta.
”Kami sudah terjunkan personel ke lokasi yang terendam banjir sejak subuh hari. Khusus di kota Sinjai yang terdampak banjir, kami turunkan perahu karet untuk digunakan dalam proses evakuasi,” ujarnya, kemarin.
Longsor juga terjadi di Sinjai Selatan. Tepatnya di Lancibung, Desa Talle yang merupakan jalan poros Sinjai-Bulukumba.
Juhaefa (47), warga Lancibung mengatakan, longsor yang diperkirakan terjadi subuh hari, memutus akses transportasi yang hendak ke Sinjai kota. Begitupun sebaliknya, yang menuju arah Bulukumba.
”Andaikan tidak adaki besi pagar pengaman jalan, Pak sampaiki longsor di rumah. Ini memang tebing,” terangnya.
Menurut Juhaefa, ia dan warga lainnya hanya bisa melihat-lihat saja material longsoran yang menutup badan jalan karena tidak memiliki peralatan untuk memindahkannya. Mereka tidak bisa menggali dengan hanya menggunakan alat seadanya karena sedang berpuasa. Para pengendara harus bersabar, atau mencari jalan alternatif.
Tak lama kemudian, personel PU Binamarga datang ke lokasi dan menyingkirkan material longsoran. Pengerahan alat berat terkendala genangan air di tengah kota. Sekitar pukul 10.00 Wita, alat berat milik PU baru bisa sampai di lokasi longsor.
”Kami baru bisa melintas di Jalan Persatuan Raya sekitar pukul 09.00 Wita, karena terendam air setinggi 70 cm,” ungkap sopir alat berat PU Binamarga yang membersihkan material longsor.
Senin sore, ketinggian air telah surut. Warga korban banjir yang semula sempat meninggalkan rumahnya, telah kembali. Mereka membersihkan rumahnya dari sisa-sisa banjir. (din/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top