Headline

Baliho Marak di Tempat Ibadah, Danny: Itu Dinamika Politik

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tak mempermasalahkan maraknya baliho serta spanduk ucapan ramadan dari bakal calon gubernur maupun wali kota. Menurutnya, fenomena tersebut hanyalah sebuah dinamika politik yang masih dalam batas kewajaran.
“Itu kan dinamika politik, dan orang konsen dengan ramadan di masjid-masjid. Saya kira itu masih dalam ruang yang santunlah. Tidak ada masalah, karena mereka juga wajib memperkenalkan dirinya,” ujarnya, kemarin.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, H Irwan Djafar meminta kepada pemkot untuk bersikap tegas terhadap spanduk serta baliho liar yang mengganggu estetika kota. Kata dia, penertiban alat peraga tersebut tidak boleh tebang pilih. Apalagi yang tidak mempunyai izin dan merusak perwajahan kota di saat bulan suci ramadan.
”Jangan pandang bulu. Siapapun itu kalau mau pasang baliho. Jika memang tidak membayar pajak dan penempatan tidak sesuai yang ditentukan, harus ditertibkan. Baliho yang sudah lewat masa kontraknya juga agar ditertibkan. Apalagi yang sampai dipasang di masjid, tempat tempat orang menunaikan ibadah,” terangnya.
Legislator Fraksi Nasdem ini kemudian menyentil pendapatan dari sektor reklame. Di triwulan pertama, pajak reklame yang dilaporkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ke DPRD Makassar masih jauh dari target.
”Seharusnya jika target Rp35 milliar, maka pada triwulan kedua nanti sudah terealisasi Rp17 milliar lebih. Sekarang masih jauh dari itu,” ucapnya.
Menyikapi kenyataan tersebut, ia berharap penegakkan pemasangan baliho dan reklame dapat ditegakkan sesuai prosedur. Yakni membayar pajak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2010 tentang Pajak Daerah.
Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali meminta agar wali kota segera menyusun regulasi berupa peraturan wali kota (perwali) tentang penataan penempatan baliho dan atribut lainnya di sembarang tempat. Utamanya masjid dan area perkantoran.
Legislator Fraksi Demokrat ini beralasan, dengan adanya regulasi berupa perwali akan menjadi acuan dalam melaksanakan penertiban untuk menata perwajahan Kota Makassar lebih baik. (arf-ita/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top