Gojentakmapan

Awas, Gula Rafinasi Beredar di Gowa

GOWA, BKM — Dalam beberapa hari terakhir, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Gowa merutinkan pemantauan terhadap barang dan harga penjualan kebutuhan pokok di pasaran umum. Pengawasan dan pemantauan itu sebagai bukti bagi Disdagprin dalam mengantisipasi kemungkinan bebasnya penjualan barang-barang kebutuhan yang sifatnya ilegal.
Seperti pada pengawasan dan pemantauan di pasar induk Minasa Upa dan Pasar Sentral Sungguminasa yang dilakukan pada Jumat (25/5), tim gabungan dari Disdagprin bersama Polres Gowa im menemukan tiga kardus gula rafinasi.
Padahal, gula rafinasi ini sangat dilarang dijual di pasaran umum berdasarkan SK Menperindag No 527/MPT/KET/9/2004. Dalam SK menteri itu, gula rafinasi hanya diperuntukkan industri dan tidak diperuntukkan masyarakat umum. Sebab penggunaannya tidak bisa dikonsumsi langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu.
Gula ini mengandung banyak bahan fermentasi, sehingga menyebabkan masalah kesehatan. Gula rafinasi yang dikonsumsi langsung mengakibatkan penuaan pada kulit melalui proses alami glikasi.
Dalam sidak pasar ini, tim gabugan dari Disdagprin dan Polres menyita tiga kardus gula rafinasi dan beberapa bahan makanan yang sudah kadaluarsa namun masih dipajang pedagang. Para pedagang yang masih memajang dan menjual produk kadaluarsa ini pun diberi peringatan dan didata oleh petugas dan akan dipantau selama tiga hari.
Apabila ditemukan lagi menjual bahan makanan kadaluarsa, maka akan dikenakan sanksi berat. Hal itupun dibenarkan Kabid Perdagangan Disdagprin Gowa, Muh Rais. Di sela aktivitas sidaknya, Rais mengatakan, sidak yang dilakukan ini selain menetralisir harga jelang maupun selama Ramadan bahkan jelang lebaran nanti, juga salah satu upaya Disdagprin memberikan tekanan kepada para pedagang nakal yang mau meraup untung besar dengan membodoh-bodohi konsumen.
Kadis Perdagangan dan Perindustrian Gowa, Andi Sura Suaib, ketika dikonfirmasi BKM, Sabtu (27/5), mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi pengurus Apegti (Asosiasi Pedagang Gula Terigu Indonesia) Kabupaten Gowa agar Apegti memberikan data-data lengkap tentang ciri-ciri gula rafinasi tersebut.
”Karena bisa jadi masyarakat tidak mengetahui dan tidak tahu membedakan gula rafinasi dan non rafinasi. Data pembeda tersebut akan kami sosialisasikan ke masyarakat di lokasi strategis, utamanya di pasar-pasar. Kami juga meminta Apegti menyampaikan kepada kami ketika mencurigai ada penyalur gula rafinasi agar dapat segera kami tindaklanjuti,” kata Andi Sura. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top