Headline

Penghafal Quran 30 Juz Imam di 100 Masjid

MAKASSAR, BKM — Ramadan telah tiba. Ibadah salat tarwih mulai dilaksanakan. Program one masjid one hafiz ambil bagian di bulan penuh magfirah ini.
Sebanyak 100 hafiz (penghafal Quran) 30 juz disebar menjadi imam salat tarwih pada 100 masjid di Kota Makassar. Setiap malam mereka membaca satu juz kala memimpin ibadah tarwih.
Pembina One Masjid One Hafiz, Abu Thoriq menjelaskan, program ini merupakan kerja sama Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Badan Amil Zakat (BAZ) serta lembaga tahfiz yang ada di Makassar. ”Penghafal Quran ini menjadi imam tetap pada 100 masjid di seluruh kecamatan Kota Makassar selama bulan puasa. Diharapkan, di malam tarwih mereka membaca satu juz,” kata Abu Thoriq, kemarin.
Diakui, program ini sangat didukung oleh para ulama, umarah dan umat. Ramadan kali ini merupakan tahun ketiga one masjid one hafiz dilaksanakan. Dua tahun sebelumnya, setiap tahun diterjunkan masing-masing 50 hafiz pada 50 masjid di Makassar.
Disebutkan Abu Thoriq, di Makassar saat ini tercatat ada 1.370 lebih masjid. Dengan pelibatan 100 hafiz pada 100 masjid, berarti ada tujuh hingga delapan masjid tiap kecamatan yang menjadi lokasi mereka menjadi imam.
”Untuk tahun ini kita berhasil menghimpun 100 hafiz untuk menjadi imam tarwih di masjid dalam Kota Makassar. Mereka berasal dari lembaga hafiz yang ada,” terang Abu Thoriq.
Diantaranya, tambah dia, Pondok Pesantren Hidayatullah, Albir Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al-Markaz Al-Islami, Wahdah Islamiyah, Masjid Jami Kerung-kerung, serta Alfatah.
Selaku pembina program One Masjid One Hafiz, Abu Thoriq ingin para hafiz lebih diberdayakan dengan kemampuan menghafal Alquran yang dimilikinya. Apalagi, saat ini tercatat ada hampir 200 hafiz di kota ini. Sementara hafizah lebih 60 orang.
Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah (IMMIM) mendata, sedikitnya ada 1.200 lebih masjid di Kota Makassar yang masih aktif digunakan untuk melaksanakan ibadah. Di bulan suci ramadan ini, 350 mubalig IMMIM diturunkan setiap malam di masjid-masjid untuk berdakwah. Mereka mengusung tema tentang persatuan umat.
Sekretaris Umum DPP IMMIM, Dr HM Ishaq Shamad,MA mengatakan, dai yang diturunkan berceramah setiap malamnya
telah diminta untuk membahas tentang persatuan umat serta toleransi. Hal ini sejalan dengan motto IMMIM, yaitu, bersatu dalam aqidah, toleransi dalam masalah furuiyah dan khilafiyah.
“Selain itu, mubalig IMMIM juga telah diminta untuk mendukung program Pemerintah Kota Makassar serta menyemarakkan syiar Islam di bulan suci ramadan,” sebut Ishaq Shamad, kemarin.
Ishaq menegaskan, mereka yang diturunkan untuk berdakwak setiap malam di masjid, sudah terkualifikasi. Sehingga setiap pesan yang disampaikan diharapkan benar-benar bermanfaat membuat kebaikan, membangun toleransi serta cinta NKRI.
“Mubalig yang diturunkan sudah terkualifikasi pada masjid yang telah diklasifikasi. Seperti dalam pendistribusiannya, mubalig kualifikasi A akan ditempatkan di masjid klasifikasi A. Demikian seterusnya. Jadi, mubalig klasifikasi C tidak bisa ditugaskan di masjid klasifikasi A. Semua itu dilakukan untuk melahirkan indeks layanan mubalig IMMIM,” terangnya.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Ikatan Dai Muda Indonesia (PP-IDMI) menurunkan 100 dai untuk menyampaikan ceramahnya selama bulan ramadan ini. Mereka menyebar di seluruh Sulsel dan Sulbar.
Kepala Divisi Media dan Humas PP IDMI, Dr Wahyuddin,MPd saat bertandang ke redaksi BKM, Jumat (26/5) mengatakan, dai yang ditugaskan membawakan ceramah ramadan, subuh dan ceramah jelang berbuka puasa sudah melalui serangkaian pembekalan dan kajian yang mendalam dari berbagai aspek.
Menurut Wahyu, dai muda dari PP IDMI telah menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah berdakwah sesuai dengan jadwal masing-masing yang telah ditetapkan pihak sekretariat jenderal, dibawa koordinasi Kepala Staf Sekretariat Ustaz Takdir dan Sekjen Ustaz Irwan.
”Semua sudah diatur dan para dai siap bertugas. Intinya bagi para dai adalah mewakafkan diri untuk berdakwah selama ramadan dan setelahnya,” tandas Wahyu.
Ketua Umum PP IDMI Dr Muh Irham,MThI menghimbau kepada para dai yang telah mendapatkan jadwal dari pihak sekretariat agar menjalankan dengan penuh tanggung jawab.
”Saya minta agar amanah ini dijalankan dengan baik. Karena tugas dakwah ini ada di pundak kita semua,” tandas Irham diamini Sekjen PP IDMI Muh Irwan
Hal yang sama dilakukan PW IDMI DKI, PW IDMI Sultra, PW IDMI Kaltim, PW IDMI Maluku dan PW IDMI Sulteng. Mereka juga menurunkan masing-masing 100 dai untuk berdakwah di wilayahnya masing-masing. Jumlah tersebut belum termasuk kepengurusan PD IDMI di setiap kabupaten/kota.
Ketua PW IDMI DKI Jakarta, Muh Erfin Beddu mengatakan, sepekan sebelum memasuki bulan suci ramadan, pihaknya telah melakukan pembekalan kepada para dai muda yang akan ditugaskan ceramah di seluruh masjid binaan IDMI.
”Kami di Sultra dan Maluku juga telah melakukan penyegaran bagi dai sebelum menjalankan tugas dakwah,” tandas Ahmadi, Ketua PW IDMI Sultra, kemarin. (arf-ila/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top