Berita Kota Makassar | Tiga Bulan Dicari, Oknum Brimob di Rumah Bandar
Headline

Tiga Bulan Dicari, Oknum Brimob di Rumah Bandar

IST DIAMANKAN-Barang bukti yang diamankan dari penggeledahan rumah bandar narkoba di Desa Liu, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

WAJO, BKM — Warga Desa Liu, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo dikagetkan dengan kedatangan pria berbadan tegap, Rabu (25/5) sore menjelang petang. Dengan menenteng senjata, mereka berlari mengepung sebuah rumah yang terletak di jalan poros menuju Palopo tersebut.
Belakangan diketahui, rumah tersebut dihuni seorang bandar narkoba. Di dalamnya ada pula seorang oknum anggota polisi dari satuan Brimob Yon C Bone. Sementara pria yang melakukan pengepungan merupakan personel tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan. Mereka tengah dalam tugas dalam rangka Operasi Sulsel Bersinar 2017, diback up Intelmob Satbrimobda Sulsel.
Setibanya di dalam rumah yang disasar, langsung dilakukan penggerebekan. Hasilnya, ditemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu tas selempang warga biru berisi saset sabu seberat 0,47 gram. Ada pula tujuh plastik saset kosong. Satu paket alat isap sabu, serta uang tunai Rp300 ribu.
Ikut pula diamankan lima butir amunisi. Terdiri dari satu butir amunisi kaliber 5,56 dan empat butir amunisi MK, serta satu paket amunisi airsoft gun. Satu pucuk senjata airsoft gun. Sepucuk senjata api revolver rakitan. Tujuh pegas bahan pembuatan senpi rakitan. Satu lembar ATM/KTA Polri, serta selembar KTA Yon C. Juga disita dua unit handphone merek Samsung jenis android dan Bellphone.
Empat orang warga sipil diciduk dalam penggerebekan ini. Masing-masing Indo Dalle, Baso Edi Kurniawan, Herman serta seorang wanita lainnya. Sementara oknum brimob yang diamankan bernama Marwan dengan pangkat bintara.
Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Adeni Muhan Daeng Pabali berang setelah mengetahui ada anggotanya yang terjaring dalam kasus narkoba. Apalagi diduga bertindak sebagai beking seorang bandar.
”Ini tidak bisa ditolerir. Kalau memang ada anggota dari Satbrimob yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, tentu akan diberi sanksi. Saya selalu menegaskan dan menyampaikan ke anggota untuk memerangi narkoba. Bukan malah sebaliknya,” cetus Adeni Muhan, kemarin.
Terkait proses hukum terhadap oknum tersebut, Adeni Muhan menyerahkan sepenuhnya ke BNNP. Bahkan, pihaknya segera mengusulkan untuk dilakukan pemecatan.
Apalagi, tambah Kasat Brimob, Marwan sudah tiga bulan dalam pencarian provost. ”Sudah tiga bulan dicari. Nanti setelah sidang etik, saya akan usulkan untuk dipecat. Saya tidak main-main. Siapapun yang terlibat narkoba, akan diberi sanksi tegas,” tandasnya. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top