Headline

Membentuk Karakter, Memberi Kebahagiaan secara Gratis

Yusri, Founder Komunitas Dongeng Aksikita

CERITAKAN dongengnya, rasakan kebahagiaannya. Itulah tagline Aksikita, komunitas dongeng yang didirikan oleh Yusri.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

SETIAP akhir pekan, Yusri mendongengkan anak-anak di beberapa sekolah. Anak-anak di lingkungan kumuh, sampai anak-anak penderita kanker di rumah sakit. Tujuannya adalah memberikan nilai-nilai positif, membentuk karakter, dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak.
Anak-anak adalah makhluk yang paling mudah dibentuk karakternya. Di masa inilah hal-hal pertama tentang kehidupan akan mereka ketahui dan kelak menjadi pegangannya seumur hidup. Mulai dari sesuatu yang baik, maupun yang buruk.
Kecerdasan akademis saja tidak akan cukup membuat anak menjadi generasi yang gemilang. Karena itu, perlu juga membentuk karakter positif anak sehingga bisa menjadi pelanjut generasi bangsa. Pembentukan karakter anak bisa melalui media apa saja. Salah satunya adalah melalui dongeng. Seperti yang dilakukan Yusri, mendongeng dari tempat ke tempat demi tujuan generasi anak-anak Indonesia.
Membentuk karakter baik bagi anak bisa dengan cara apapun. Tidak mesti harus melalui pembelajaran formal yang terkesan kaku. Namun bisa juga dengan cara yang menyenangkan. Misalnya dengan mendongeng. Yusri melakukan semua aksi dongengnya dengan cuma-cuma alias gratis.
Saat ditemui, tampak sekali semangat yang terpancar dari raut muka Yusri. Ia menceritakan setiap detil tentang komunitas yang dibentuknya dengan sesekali bercanda namun tetap serius. Tangannya tak henti bergerak mengikuti irama kata-kata yang disampaikannya.
Yusri berasal dari Kota Watampone, Kabupaten Bone. Ia menghabiskan masa sekolahnya di kota tersebut. Saat kuliah, barulah ia menempuh pendidikan di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kala di kampus, Yusri dikenal cerdas dalam bidang akademik dan aktif di beberapa organisasi. Beberapa penelitian saat masih berstatus mahasiswa berhasil ia buat. Alhasil, Yusri mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 nya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Yusri yang saat ini aktif sebagai staf dosen di UNM ini, awalnya mulai menyukai dongeng saat ia menempuh pendidikan S2 nya di UGM. Saat itu ia tergabung di komunitas dongeng yang diwadahi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itulah kesukaannya terhadap dongeng muncul.
Setelah menamatkan pendidikannya di Kota Gudeg, ia kembali ke Makassar untuk membentuk juga komunitas dongeng di kota ini sekitar dua tahun lalu. Ia pun mengajak beberapa orang yang menyukai dongeng untuk membentuk Komunita Dongeng Aksikita. Saat ini sudah ada 12 orang anggota yang tergabung dalam komunitas ini.
Di balik kesibukannya mengajar, ia selalu menyempatkan diri berbagi kepada anak-anak. Dengan mendongeng, sasarannya pertama adalah anak-anak di pemukiman kumuh Rusunawa Lette. Semua itu dilakukan Yusri bersama Aksikita dengan sukarela.
“Ya, ini inisiatif dorongan kita sendiri. Tidak ada bayaran sedikitpun. Semua kita lakukan secara sukarela,” kata Yusri.
Rusunawa Lette selama ini dianggap sebagai kawasan yang rawan oleh tingkat kejahatan. Yusri mengatakan, akibatnya karakter anak-anak di sana sedikit keras. Kata-kata kotor yang diucapkan dari anak-anak sudah menjadi kebiasaan mereka.
Secara pelan-pelan, Yusri fokus di tempat tersebut untuk memperbaiki karakter anak-anak di sana dengan cara yang menyenangkan supaya lebih bisa diterima. “Kata-kata kasar biasa bagi mereka. Bahhakn anak-anak di sana saling meledek dengan cara seperti itu. Jadi di awal-awal kita konsen di sana,” jelas Yusri.
Aktifitas ini rutin diprogramkan oleh Aksikita setiap akhir pekan. Hal ini dilakukan atas dasar kesenangan dan kebermanfaatan yang dirasakan oleh para anggota Aksikita sendiri. Selain sekadar berbagi kebahagiaan dan menanamkan nilai positif bagi anak-anak, kegiatan mendongeng ini juga bermanfaat bagi Yusri dan para anggota Aksikita sendiri. Yaitu dapat lebih melatih kesabaran dan juga lebih mendekatkan diri kepada anak-anak.
Saat ini, Aksikita bukan hanya fokus ke anak-anak Rusunawa Lette saja. Namun terkadang mereka memenuhi panggilan mendongeng ke beberapa sekolah di Makassar maupun di luar Makassar.
Selain itu, beberapa kali mereka juga mendongeng ke anak-anak penderita kanker di RSUD Wahidin Sudirohusodo. Semua tetap mereka lakukan secara sukarela demi menghibur sekaligus membangun karakter anak-anak bangsa. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top