Headline

Sabu dan HP Lolos Lagi Masuk Rutan

MAKASSAR, BKM — Praktik penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar masih saja terjadi. Termasuk alat komunikasi jenis handphone.
Hal itu terbukti dari temuan petugas rutan, Selasa dinihari (23/5) pukul 02.00 Wita. Sebanyak 20 saset kecil sabu ditemukan di dalam kamar mandi umum blok G.
Kepala Rutan Klas I Makassar, Surianto menjelaskan kronologis penemuan barang haram tersebut. Bermula ketika petugas hendak mengecek kran air apakah mengalir atau tidak. Saat itulah didapati sebuah dompet kecil berisi sabu.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim keamanaan kemudian melakukan penggeledahan pada seluruh kamar yang ada di blok G. Jumlah tahanan di blok ini sebanyak 320 orang.
”Blok G itu khusus untuk tahanan narkoba. Ketika ada ditemukan barang bukti, langsung dilakukan pemeriksaan. Namun, para tahanan mengaku tak tahu menahu. Kami kemudian mencari tahu pemiliknya dengan menggeledah kamar masing-masing tahanan,” terang Surianto, kemarin.
Menyusul penemuan itu, dibentuklah tim reguler. Tim ini terdiri dari tujuh orang, diback up empat orang. Mereka lalu menggeledah kamar tahanan.
”Dari hasil penggeledahan yang dilakukan tim reguler ditemukan beberapa barang bukti. Seperti 30 handphone berbagai merek, token BCA, kabel, gunting dan pisau,” ujarnya.
Surianto mengakui, penemuan sabu di dalam rutan bukan pertama kalinya. Hal serupa pernah terjadi awal Maret lalu. Sabu yang didapat seberat 0,8 gram. Diselundupkan masuk dalam rutan setelah disembunyikan dalam popok bayi.
Saat ini pihak rutan terus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengunjung. Rencananya alat berupa X-ray akan digunakan. Juga dibentuk tim khusus yang beranggotakan empat orang personel.
Dihubungi terpisah, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, pihaknya masih akan melakukan proses penyelidikan terkait temuan sabu dalam rutan. Salah satunya dengan mempelajari rekam jejak para tahanan yang ada di kamar blok G.
”Kami masih pelajari siklus jaringan yang ada di kamar glok G. Kan rata-rata tahanan narkoba yang juga pernah kita tangkap,” terang Diari.
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum HAM Sulsel, Jauhar Fardin sangat menyayangkan masih adanya barang telarang yang ditemukan di dalam rutan. Apalagi, rentang waktu penggeledahan terakhir dan pemusnahan barang bukti tidak cukup dari dua pekan.
“Ini pertanda pemasok tidak ada habisnya. Ini banyak yang pasok. Sementara kami tidak punya alat untuk mendeteksi. Pemeriksaan masih dilakukan manual. Kami tidak tahu harus berbuat apa selain penggeledahan,” jelas Jauhar.
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulawesi Selatan, Sahabuddin Kilkoda juga menyatakan hal senada. ”Masih saja ada yang lolos masuk, meski terus ada penggeledahan. Mereka lebih lincah, kita tidak punya alat. Mereka mencari kelemahan petugas. Jangan-jangan ada kerja sama. Tapi kita tidak mau tuduh siapa. Kami butuh bukti jika ada keterlibatan oknum petugas,” tandasnya. (ish-jun/rus/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top