Berita Kota Makassar | Muhammadiyah Target PTM Minimal Terakreditasi B
Headline

Muhammadiyah Target PTM Minimal Terakreditasi B

MAKASSAR, BKM — Ketua Umum Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Lincolin Arsyad memberi target kepada 167 perguruan tinggi amal usaha persyarikatan Muhammadiyah (PTM) di seluruh Indonesia. Lima tahun ke depan minimal terakreditasi B.
“Saya harap, lima tahun mendatang separuh dari 167 PTM minimal sudah terakreditasi A,” ujar Prof Lincolin usai membuka Workshop Nasional SPMI (Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah, di Colonial Hotel Makassar, Senin (22/5). Kegiatan ini berlangsung hingga 24 Mei mendatang.
Hadir Rektor Unismuh Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim, Ketua BPH Dr Ir H Muh Syaiful Saleh, Wakil Ketua Majelis Bidang Akreditasi dan Kemahasiswaan PP Muhammadiyah Prof Dr H Edy Suandi Hamid, Koordinator Majelis Dikti Litbang KTI PP Muhammadiyah Prof Dr Irwan Akib, empat wakil rektor, direktur dan ketua-ketua lembaga.
Workshop SPMI dan pelatihan AMI diikuti seratusan orang. Mereka merupakan perwakilan puluhan perguruan tinggi Muhammadiyah di Kawasan Timur Indonesia. Pelatihan ini sebelumnya juga pernah dilaksanakan di Yogyakarta, yang juga peserta seratusan lebih.
Prof Lincolin mengatakan, apa yang dilaksanakan ini muaranya adalah pada mutu atau kualitas PTM . ”Pelatihan yang dilaksanakan ini adalah sebuah proses untuk output yang lebih berkualitas. Semakin baik prosesnya, maka Insya Allah outputnya juga pasti bagus,” ujarnya yakin.
Dikatakan ada tiga cita-cita bersama PTM di seluruh Indonesia dan ini sudah dicanangkan sejak 2016. Yakni PTM yang unggul, berdaya saing dan berkemajuan.
Salah satu karakteristik PTM yang unggul, menurut Prof Lincolin, adalah memiliki SDM yang berkualitas. Tidak hanya sumber dayanya, tetapi juga kualifikasi pendidikannya harus bagus.
”Yang juga harus unggul adalah tenaga kependidikannya. Karena sebaik apapun dosennya, kalau tenaga kependidikannya dan teknisnya tidak berkualitas, maka PTM sulit untuk bisa unggul. Karena itu, salah satu yang dilakukan agar PTM unggul adalah workshop SMP dan pelatihan AMI,” tandasnya.
Sementara Prof Edy Suandi saat membawakan materi, mengingatkan kepada peserta workshop SPMI, bahwa peningkatan akreditasi atau mutu perguruan tinggi bukan karena adanya amanat undang-undang, atau peraturan dari Kemenristek Dikti. Melainkan karena kesadaran bersama dan juga amanah dari para orang tua mahasiswa. (rls)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top