Sulselbar

Pemkab Bahas Konsep Sagu Techno Park

MASAMBA, BKM — Pemkab Luwu Utara kini konsen melakukan pembahasan soal konsep sagu Techno Park. Sinkronisasi konsep Sagu Techno Park dilaksanakan di Sula Kantor BAPPEDA Luwu Utara, Jumat (19/5) kemarin.
Sagu merupakan pangan alternatif yang produksinya jauh lebih tinggi dari tanaman lainnya, bisa mencapai 25 ton perhektare untuk pertahunnya.
“Jika satu pohon sagu dipanen, bisa menghidupi satu keluarga selama setahun. Itu untuk satu pohon sagu. Bagaimana dengan pohon sagu seluas satu hektar,” ujar Prof Agnes Rampisela.
Menurut Prof Agnes satu hektar pohon sagu yang dipanen bisa menyelamatkan seluruh masyarakat Indonesia dari kelaparan.
Dengan segala keistimewaan itu, sudah pantas sagu dinaikkan kelasnya menjadi komoditi unggulan nasional. “Kalau kita tebang satu pohon sagu, maka satu keluarga bisa makan selama satu tahun.”
“Kalau kita punya satu hektar, maka kita bisa menyelamatkan seluruh masyarakat Indonesia dari kelaparan, meskipun gagal panen. Ini adalah ketahanan pangan yang luar biasa,” ungkap Agnes.
Olehnya itu, kata Agnes, dirinya punya keinginan yang besar menjadikan sagu ini menjadi komoditi unggulan nasional, bukan hanya di wilayah Indonesia Timur saja.
Selain tentang produksi yang tinggi, sagu, Agnes juga memiliki ikatan budaya, budidaya, dan dari perspektif sejarah, sagu adalah perekat yang kuat antarwilayah Tana Luwu yang meliputi Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur.
“Sagu bukan sekedar tanaman saja, ada ikatan budayanya, budidayanya, dan juga ada historinya di Tana Luwu, sehingga sangat tepat ketika empat daerah di Tana Luwu ini kita kembangkan konsep Sagu Techno Park yang menggabungkan sisi hiburan, edukasi dan teknologi,” jelas Agnes.
Agnes mengatakan, ketika konsep tekno park ini selesai dan wujud fisiknya sudah nyata, maka sagu di Tana Luwu ibarat emas putih yang sangat menjanjikan.
“Sagu di Tana Luwu jika kita kembangkan dan lestarikan secara konseptual, seperti konsep Techno Park ini, maka sagu itu ibarat emas putih yang sangat menjanjikan,” ujar Agnes.
Konsep Sagu Techno Park yang diusulkan adalah Taman Hiburan dan Edukasi Sagu di Palopo, Taman Industri Sagu di Luwu, Taman Penelitian dan Inovasi Sagu di Luwu Utara, serta Taman Konservasi Sagu dan Pusat Pelatihan Rehabilitasi Lahan Purna Tambang di Luwu Timur.
Sebelumnya, Kepala BAPPEDA Rusydi Rasyid, mengatakan, Tekno Park Sagu sudah sangat layak dikembangkan di Luwu Utara. Alasannya, karena sagu adalah makanan pokok kedua setelah beras.
(alp/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top