Berita Kota Makassar | Sri Rahmi Resmi Terdaftar di Gerindra
Politik

Sri Rahmi Resmi Terdaftar di Gerindra

IST MENGISI DATA--Bakal calon Wali Kota Makassar dari PKS Sri Rahmi mengisi sejumlah data ketika mengembalikan formulir di DPC Partai Gerindra, Jumat (19/5).

MAKASSAR, BKM–Kontestasi Pemilihan Wali Kota Makassar sangat menarik lantaran paling banyak diminati politisi, akademisi, pengusaha hingga birokrat. Bila Golkar menyiapkan empat kadernya, Demokrat dan PKS masing-masing tiga kadernya juga terjadi pada partai lain seperti Gerindra, Nasdem maupun PAN. Hal menarik kali ini karena ada tiga kader PKS yang banyak disebut akan bersaing untuk maju di Pilwali nanti yakni Sri Rahmi, Mudzakkir Ali Jamil dan Iqbal Djalil.
Sebagai bukti keseriusan legislator PKS Sulsel Sri Rahmi maju di Pilwali, setelah menerima lamaran dari PDIP Makassar, Sri Rahmi yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Makassar ini bersama tim nya bergegas ke sekretariat DPC Gerindra Makassar untuk mengembalikan formulir pendaftaran calon Wali Kotanya.
Sri Rahmi diterima ketua dan sekretaris Desk Pilkada Gerindra. “Ini bentuk keseriusan saya ingin bersama Gerindra. Saya mengembalikan formulir sebelum batas akhir. Setelah ini kami menuju sekretariat DPC PBB juga untuk mengembalikan formulir pendaftaran kandidat calon walikota,ujar Sri Rahmi.
Tak hanya itu, Sri Rahmi yang akrab disapa Bunda ini memohon bantuan semua elemen termasuk wartawan. “Mohon doanya yaa teman-teman wartawan, semoga semua berjalan lancar,”tutup Sri Rahmi yang memilih Nakke Bundaji sebagai taglinenya.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar Farouk M Betta juga diminta untuk tetap ikut berkompetisi di Pilwali nanti. Soal kalah atau menang bukan menjadi persoalan. Hal tersebut dikemukakan Bendahara Fraksi Golkar DPRD Makassar, Andi Nurman.
“Golkar punya kok kader sendiri, untuk apa usung yang bukan kader,”ucap anggota Komisi D itu, di gedung DPRD Makassar, Jumat (19/5).
Menurutnya seluruh kader Golkar harus loyal dan mendorong kader internal, tidak boleh kata dia ada perbedaan dukungan di Pilwali, sebab hal itu akan mudah bagi pihak lain untuk memecah bela Golkar karena dianggap tidak solid. “Kalau saya tetap mendukung pimpinan yakni Pak Aru untuk maju di Pilwalkot. Dan seharusnya seluruh kader melakukan hal yang sama dengan mendukung dan mengutamakan kader internal untuk kita dorong,”ujarnya.
Jika pun kedepan kata Nurman, survei Aru tidak memungkinkan diusung, dan partai memutuskan untuk mengusung non kader, maka barulah kemudian mendukung usungan mengkuti perintah partai.
Hanya saja menurut Nurman, secara pribadi apapun yang terjadi mau hasilnya itu kalah atau pun menang, baiknya Golkar tetap mengusung kader internal.
Toh menurutnya tidak ada bedanya juga Golkar mengusung kader internal walau tau akan kalah, dengan mengusung kader non kader dan menang,”Toh kan tidak ada bedanya, Golkar juga tidak akan mendapat apa-apa dengan mengusung non kader meski nanti usungannya itu menang,”tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan, Abdul Wahab Tahir secara tegas akan mendukung Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) di Pilwali nanti. Wahab beralasan karena Danny berhasil melakukan perubahan dua kali tambah baik untuk Makassar. “Saya tegaskan mendukung Danny di Pilwalkot, tidak ada yang lain. Pun kedepan partai memilih mengusung calon lain, itu persoalan dibelakang,”tuturnya.
Menurut Wahab, Danny berpotensi diusung lantaran elektabilas dan popularitasnya masih teratas ketimbang figur yang ada saat ini. (ita/rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top