Headline

Berbagai Program Belum Mampu Entaskan Kemiskinan

KOORDINATOR Komite Perjuangan Rakyat Miskin (KPRM) Kota Makassar, Nurlina tak memungkiri, hingga saat ini masih banyak warga Kota Makassar yang belum bangkit dari keterpurukan. Kemiskinan masih mendera mereka.
Aktifis yang biasa disapa Lina ini, menerangkan bahwa permasalahan kemiskinan di Kota Makassar sejak dulu ada dan tidak bisa dihilangkan hingga saat ini. Upaya pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program yang dihadirkan, dinilai belum berhasil.
“Belum banyak perubahan yang terjadi sejak dulu sampai sekarang. Masih terdapat rakyat Makassar yang hidup di bawah garis kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera. Pemerintah itu tidak pernah mau melihat ke bawah. Ke kehidupan warga miskin. Jadi tidak heran kalau kami masih seperti ini. Hidup jauh dari kesejahteraan,” cetusnya.
Program-program yang dihadirkan pemerintah kota juga dinilai tidak tepat sasaran. Program Keluarga Harapan (PKH) yang diluncurkan pemerintah bagi warga miskin, kenyataannya dinikmati segelintir oknum tertentu. Sementara warga miskin yang tidak memiliki penghasilan tetap, masih banyak yang belum mendapatkannya.
Begitu juga program pendidikan gratis. Biaya pendidikan saat ini, menurut Lina, masih tinggi dan sulit dijangkau oleh mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Apalagi, tetap saja da sekolah yang memberlakukan pungutan dengan berbagai dalih. Maka, kian sulitlah anak-anak bersekolah. Terutama di sekolah negeri.
Atas kenyataan itu, KPRM yang saat ini telah memiliki sedikitnya 1.000 anggota di Kota Makassar terus berjuang bersama-sama untuk mendapatkan hidup yang layak dan meraih kesejahteraan. Di Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kali ini, KPRM Makassar berencana memperingatinya dengan turun ke jalan. Mereka ingin menyampaikan aspirasi dengan harapan ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi kemiskinan.
Dihubungi terpisah, sosiolog dari Universitas Hasanuddin, Prof Thahir Kasnawi mengemukakan, peringatan Harkitnas merupakan momen untuk menumbuhkan sekaligus membangkitkan semangat rakyat Indonesia agar bisa bergerak ke arah lebih baik di semua sendi kehidupan.
Ikhwal kehadiran Harkitnas adalah untuk mengenang sebuah peristiwa bersejarah, di mana sejumlah tokoh menggagas semangat kebangkitan menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, sejahtera terlepas dari semua bentuk penjajahan dan kesewenang-wenangan.
Idealnya, semangat para pahlawan pendahulu itu tetap digelorakan terus hingga saat ini. Bukan hanya pada saat bangsa ini mengalami penjajahan. Karena setiap era atau masa, tantangan yang dihadapi akan berubah atau berbeda.
“Peringatan Harkitnas harus dijadikan momen untuk mengukuhkan dan menggelorakan kembali semangat dan cita-cita menjadi sebuah negara yang maju dan makmur,” ujarnya kepada BKM, Jumat (19/5).
Di era kekinian, lanjut Prof Kasnawi, tantangan yang dihadapi jauh lebih berat sehingga perlu kembali digelorakan kebangkitan nasional. Persoalan kemiskinan masih menjadi momok yang butuh penanganan intensif. Jurang antara masyarakat kaya dan miskin masih terbuka sangat lebar.
“Negara harus hadir lebih intensif lagi memerangi persoalan ini. Kemiskinan kerap menjadi pemicu berbagai persoalan sosial yang ada di daerah ini,” tegas guru besar Unhas itu. (arf-rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top