Headline

Tamatan SMP yang Mampu Dorong Produktifitas Pertanian

BKM/PURMADI PENGHARGAAN-La Tallesse memperlihatkan sebagian dari penghargaan yang diraihnya.

PENINGKATAN produktifitas hasil pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) cukup berhasil. Angka produksi, khususnya tanaman padi meningkat dari tahun ke tahun. Dalam satu hektarenya, petani di Bumi Nene’ Mallomo ini mampu menghasilkan 7 hingga 11 ton dalam sekali panen.

Laporan: H Purmady

TAK dipungkiri bahwa keberhasilan yang dirah masyarakat Sidrap saat ini tidak terlepas dari pembinaan pemerintah setempat. Dan ada satu sosok yang perannya tak bisa dinafikan. Dia adalah La Tallesse, petani asal Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe.
Berbicara soal pertanian, bapak berusia 62 tahun ini disebut-sebut sebagai inspirator para petani. Namanya begitu membumi di tanah kelahirannya sejak 30 tahun lampau.
Di tingkat provinsi provinsi hingga pusat, namanya tak jarang disebut. La Tallesse dikait-kaitkan dengan prestasi pada kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Begitu banyak gagasan dan pemikirannya di bidang pertanian. Banyak orang yang menyangkanya seorang insinyur pertanian ataupun professor.
Ternyata, sangkaan itu tidaklah benar. Pria yang lahir di Amparita, Sidrap, 20 Mei 1955 silam hanyalah tamatan SMP. Ia menyelesaikan pendidikannya di SMP Amparita tahun 1970. Sementara Sekolah Rakyat (SR) –setingkat SD– diselesaikannya tahun 1967.
Selama 30 tahun ia melakoni profesi sebagai petani. Kecintaannya pada pekerjaan ini telah berbuah hasil.
La Tallesse sudah mengoleksi puluhan jenis penghargaan dan sertifikat. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga presiden. Penghargaan itu bisa ditemui di rumahnya Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 100, Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Sebanyak 42 jenis piagam dan penghargaan telah dikoleksinya.
Segala jenis bentuk perghargaan itu, berkat kerja kerasnya dalam memotivasi petani sejak tahun 1975. Ia juga menggarap lahan sawah seluas 4,50 hektare dalam wilayah Kelompok Tani Sentosa Kelurahan Wala hingga sekarang.
Pada tahun tahun 1981 pertama kali ia terpilih sebagai ketua kelompok tani. 10 tahun kemudian, La Tallesse berhasil meningkatkan produktifitas kelompok taninya. Tahun 1990 dia terpilih sebagai sekretaris KTNA tingkat Kecamatan Maritengngae, Sidrap hingga tahun 2000.
Keahliannya memotivasi petani dalam meningkatkan hasil produksi sering mengantarkannya meraih penghargaan dan sertifikat. Bahkan tak jarang, dia sering didaulat sebagai motivator dan pemateri beberapa acara dan kesempatan di tanah air.
Terakhir, suami Hasnawih dengan empat orang anak ini, meraih dua piagam penghargaan kehormatan sekaligus dari Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan itu diserahkan pada Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) ke-XV tahun 2017, di Stadion Harapan Bangsa, Desa Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, 6 Mei 2017.
Dua penghargaan presiden itu berupa Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya sebagai pelopor program supra insus, dan bekerjasama dengan lembaga atau instansi terkait untuk memberikan jaminan pemasaran hasil produksi pertanian di Kabupaten Sidrap dan Sulawesi Selatan.
Penghargaan lokal yang pernah diraihnya, mulai dari Bupati Sidrap yang ketiga H Opu Sidik sampai bupati ke-8 H Rusdi Masse. Tercatat hampir setiap tahun ia selalu mendapatkan pengakuan dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat sejak 1987 silam.
Penghargaan dari presiden RI diraihnya karena jasa-jasanya yang memberikan dharma bhaktinya kepada bangsa dan negara sehingga bisa diteladani bagi orang lain. Tiga presiden yang pernah memberikan penghargaan itu yakni Presiden Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo.
Penghargaan dari Kementerian Pertanian RI paling menonjol. Kemudian Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum.
“Saya sendiri tidak tahu dan tidak pernah bermimpi bisa seperti ini. Bertemu dengan tiga presiden. Tetapi intinya, saya mencintai pekerjaan saya sebagai petani. Sejak 30 tahun lalu saya sering diskusi dan berbagi pikiran sesama petani. Hingga saat ini produktifitas hasil pertanian kami terus dipertahankan sebanyak 7 ton per hektarenya. Bahkan ada yang mencapai 11 ton,” ungkap La Tallesse. (*/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top