Headline

Lima Saksi Aku Beri Uang ke Mantan Kepala SMAN 5

MAKASSAR, BKM — Sidang kasus dugaan pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru di SMA Negeri 5 Makassar kembali digelar, Kamis (18/5). Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar menghadirkan lima orang tua siswa sebagai saksi. Duduk sebagai terdakan mantan kepala SMAN 5 Makassar, Muh Yusran
Kelima saksi yang dihadirkan di persidangan masing-masing Andi Zulfiah, Rasdayanti, Amaliyah, Rahmat Jaya dan Arif Munanddar. Sidang yang berlangsung di ruang Pongtiku dipimpin majelis hakim yang diketuai Bonar Hariandja.
Dihadapan persidangan, para saksi mengaku telah memberikan uang kepada terdakwa untuk pembayaran penerimaan siswa baru. Seperti dikatakan Rasdayanti. Ia pernah menyerahkan uang kepada terdakwa sebesar Rp5 juta. Uang tersebut, kata dia, diserahkan langsung di ruang kerja Muh Yusran.
“Saya berikan langsung sama kepala sekolah. Jumlahnya Rp5 juta,” ujar Rasdayanti.
Hal senada diutarakan saksi Amalyah dan Rahmat Jaya. Keduanya mengaku telah menyerahkan uang masing-masing Rp5 juta. Namun, keduanya beralasan uang tersebut sebagai sumbangan sukarela.
“Kami serahkan uang ini secara ikhlas, Pak. Tidak ada hubungannya dengan kelulusan anak saya,” cetusnya.
Uang tersebut, kata dia, semata mata hanya karena keinginannya untuk menyumbang. Tujuannya melengkapi fasilitas ruangan kelas.
Mereka menuturkan, awal penyerahan uang itu ketika mendengar adanya penerimaan siswa baru di SMA Negeri yang melalui jalur offline. Sebab anaknya dinyatakan tidak lulus secara online.
Seminggu setelah mendapatkan informasi itu, para orang tua siswa kemudian bertemu dengan kepala sekolah. “Setelah itu, beberapa hari kemudian kami datang langsung membawa uang itu dan menyerahkannya ke kepala sekolah,” bebernya. (mat/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top