Gojentakmapan

Guru Harus Kenali Anak Didik

SAR INTERAKTIF -- Para peserta workshop pendidikan keluarga diajari berinteraksi dengan lingkungannya melalui model interaktif dipandu fasilitator pusat.

GOWA, BKM — Upaya pemerintah membentuk SDM anak didik berkualitas yang tidak hanya matang di pelajaran eksakta tapi juga memiliki empati untuk memahami lingkungan sekitarnya, terus dilakukan.
Hal itu tercermin dari kegiatan workshop pendidikan keluarga yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa sebagai tindaklanjut dari program gelontoran Kemendiknas. Workshop yang digelar selama tiga hari atau hingga Sabtu (20/5) ini, dibuka resmi Wakil Bupati (Wabup) Gowa, H Abd Rauf Malaganni, di Hotel Prima Jalan Ratulangi, Makassar, Kamis siang (18/5).
Wabup di sela membuka workshop tersebut berharap para kepala sekolah betul-betul dapat memahami makna dari seluruh materi yang disajikan agar saat menerapkan di lingkungan sekolah dapat teraplikasi dengan baik. Sehingga tujuannya untuk menerapkan pendidikan keluarga dalam lingkup sekolah dapat terwujud nyata.
”Pendidikan keluarga pada satuan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kemitraan terhadap keluarga dan masyarakat sebagai salah satu upaya mengembangkan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan. Sehingga mendorong anak didik untuk memiliki kemampuan mengaktualisasikan potensi yang dimiliki,” kata Wabup Gowa.
Kadis Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam yang turut membawakan materi dalam workshop tersebut, memberikan pendekatan naluria bagi para peserta dengan menyajikan beberapa tayangan film bertajuk keluarga.
Dalam sejumlah film yang ditayangkan itu, diharapkan para kepala sekolah yang hadir antara lain 15 kepala satuan PAUD, 15 orang kepala SD, 7 orang kepala SMP, empat orang kepala SMA, tiga orang kepala SMK dan satu orang kepala SLB termasuk lima orang dari unsur pendidikan non formal dan 10 orang dari unsur pendidikan terkait ini, mampu terinspirasi untuk menanamkan pola pengajaran yang dilandasi rasa kasih sayang terhadap anak didik serta sebaliknya.
”Guru itu harus mengenali anak didiknya. Jika guru sudah kenal maka praktis anak-anak akan mudah memahami pelajarannya. Kreativitas, kompetensi, wawasan dan bagaimana guru bisa mengajar dengan kolaborasi, itu yang harus dimiliki guru sehingga dia bisa kenal anak-anaknya lebih baik lagi. Kalau guru tidak punya kompetensi maka guru itu tentu bingung mau dia apakan itu anak didiknya. dan kalau guru tidak punya kreavitas maka guru itu akan bersikap mana urus,” jelas Salam.
Program pendidikan keluarga ini merupakan pengembangan karakter. ”Ini harus jadi modal guru untuk mengajar dengan baik termasuk guru harus mengembangkan literasi sekolah,” tambah Kadis didampingi Dr Syarifuddin Kulle selaku ketua panitia kegiatan. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top