Sulselbar

Dana BOS Disetop, Ortu Siswa Mengeluh

SOPPENG, BKM — Bantuan untuk siswa miskin dicoret dalam juknis pemanfaatan dana BOS 2017. Hal ini membuat sejumlah pihak sekolah galau dan khawatir bisa meningkatkan angka putus sekolah.

Kepala SMPN 2 Marioriawa, Landong mengungkapkan selama ini pihak sekolah menganggarkan BOS untuk memberikan bantuan transport bagi siswanya. Ini dilakukan agar mereka tidak putus sekolah.
“Siswa SMPN 2 Marioriawa sebanyak 177 orang. Selama ini sebanyak 95 siswa mendapatkan bantuan transport. Ini dilakukan untuk menekan angka putus sekolah, namun mulai tahun ini tidak ada lagi dalam juknis,”keluh Landong saat menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Soppeng, (17/5)
Landong berharap jika memang tidak lagi bisa menggunakan dana BOS agar bisa mendapatkan bantuan lain dari Pemkab Soppeng.
Sebab bila siswa miskin tidak lagi mendapatkan bantuan dana transport bisa meningkatkan angka anak putus sekolah di sekolahnya.
Sementara itu Anggota DPRD Soppeng, Ibrahim menambahkan masalah ini harus menjadi perhatian Pemkab. Setidaknya ada solusi lain agar anak sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikannya.
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Soppeng, Umar menegaskan pengelolaan dana BOS harus berdasarkan juknis. Penghapusan bantuan miskin sudah mencuat dan keluhan saat pertemuan di pusat tapi ditegaskan BOS bertujuan untuk menghapus pungutan di sekolah. Bukan lagi mengurusi masalah siswa miskin.
”Pengelolaan BOS harus berdasarkan juknis. Pemberian bantuan siswa miskin sudah diantisipasi Pemkab dengan menyiapkan anggaran beasiswa Rp 8 miliar di APBD. Ini bisa menjadi solusi sepanjang siswa bersangkutan memenuhi kriteria penerima beasiswa,”tegas Umar. (ono/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top