Sulselbar

P2TP2A Butuh Shelter Bagi Korban Kekerasan

Sekretaris P2TP2A Sidrap, Islamiah Nur saat dikonfirmasi terkait kebutuhan shelter atau rumah aman korban bagi tindak kekerasan anak dan perempuan, Selasa, (16/5).

SIDRAP, BKM — Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sidrap membutuhkan shelter atau rumah aman korban bagi tindak kekerasan anak dan perempuan.
Ketua P2TP2A Sidrap, Fatmawati mengatakan, shelter menjadi rumah perlindungan bagi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Selama ini, pihaknya hanya mengirim korban kekerasan anak dan perempuan di shelter Makassar untuk dibantu dalam penyembuhan dan di dampingi secara hukum hingga masalahnya terselesaikan.
“Nah’ kita disini belum memiliki rumah perlindungan itu. Makanya, kita harapkan agar pemerintah bisa menganggarkan melalui dana APBD,” kata anggota DPR-RI ini.
Menurutnya, pembangunan shelter dan biaya operasional sebanyak Rp200 juta. “Rp100 juta untuk bangunan dan Rp100 lagi untuk biaya operasional dalam setahun,” ucapnya, Selasa siang tadi.
Sekretaris P2TP2A Sidrap, Islamiah Nur menambahkan, shelter akan menempati bekas gedung Bappeda Sidrap. “Kita akan bangun shelter di eks Bappeda Sidrap,”ungkap Islamiah Nur.
Kehadiran shelter itu akan dimanfaatkan sebagai tempat pemulihan trauma para perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Saat ini, tercatat ada sekitar 15 korban kekerasan terhadap anak dan perempuan yang butuh perlindungan.
Olehnya itu, Islamiah Nur mengaku, prihatin terhadap kasus-kasus kekerasan anak dan perempuan yang rata-rata dilakukan orang-orang terdekat korban.
Luas wilayah Kabupaten Sidrap, katanya juga menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah dalam mengontrol kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk itu, dia mengajak seluruh stake holder untuk ikut berperan menanggulanginya. (ady/C).

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top